#penyitaanburung#pelabuhan#penyelundupanhewan

Polisi Pelabuhan Sita Ribuan Ekor Burung yang Diselundupkan ke Cilegon

Polisi Pelabuhan Sita Ribuan Ekor Burung yang Diselundupkan ke Cilegon
Kepolisian sektor kawasan pelabuhan (KSKP) Bakauheni amankan ribuan burung tanpa kelengkapan dokumen. foto.dok KSKP


Kalianda (Lampost.co)  --  Jajaran  Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP)  Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan menyita  1.406 ekor burung berbagai jenis tanpa dokumen resmi yang diangkut menggunakan kendaraan truk Isuzu  warna putih kombinasi  dengan nomor polisi BE-9526-YA di area pintu masuk pelabuhan Bakauheni, Minggu 31 Januari  2021 sekitar pukul 04.30  Wib 

Ribuan ekor burung yang dikemas dalam 33 kardus dari daerah Gading Rejo Kabupaten Tanggamus itu rencananya akan diselundupkan ke daerah Cilegon, Serang dan Cikupa, Tangerang.

"Kami amankan saat truk yang dikemudikan oleh LS (28) dan RS (31). Keduanya warga Gadingrejo hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak melalui Pelabuhan Bakauheni," kata Kanitreskrim KSKP Bakauheni Ipda Mustholih mewakili kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah,  Minggu, 31 Januari 2021 malam.

Ia menjelaskan, terungkapnya penyelundupan satwa liar tanpa dokumen itu berawal dari razia rutin yang dilakukan petugas terhadap setiap kendaraan yang hendak menyeberang ke pelabuhan Merak melalui pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

"Saat melakukan pemeriksaan di bak truk, kami temukan 33 buah kardus bekas rokok gudang garam  berisi ribuan burung berbagai jenis tanpa dokumen. Sehingga dilakukan penyitaan dan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

AKP Ferdiansyah menambahkan,  setelah dilakukan pemeriksaan di Mako KSKP,  sopir truk berinisial  LS mengaku  ribuan ekor
burung dengan jenis serindit, cucak daun besar, cucak ijo mini, ekek layongan, Pleci, kapas tembak, prenjak, jalak kebo, dan  Terocok yang akan dikirim ke daerah Cilegon, Serang dan Cikupa, Tangerang itu tanpa dilengkapi dokumen.

"Pelaku mengaku akan menerima upah sebesar Rp 1,250.000 setelah barang sampai ke alamat pemesan," katanya.

Menurutnya, perbuatan sopir truk itu telah melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UURI No.5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.

"Dalam UU disebutkan setiap burung yang dibawa lintas pulau harus dilengkapi dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan. Namun pengiriman burung dari Gadiblngrejo tujuan Cilegon, Serang dan Cikupa, Tangerang
 ini tanpa dilengkapi dokumen yang sah, " ujar Ferdiansyah.

Selanjutnya, burung-burung liar tersebut diserahkan ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni dan berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait