Kecelakaantabrakan

Polisi Olah TKP Kecelakaan yang Menewaskan Dua Pelajar

Polisi Olah TKP Kecelakaan yang Menewaskan Dua Pelajar
Satlantas Polres Pesawaran bersama tim dari Polda Lampung melakukan olah tempat kejadian Perkara (TKP) kecelakaan mobil tanki pertamina dengan tiga motor. Putra P


Pesawaran (Lampost.co) -- Satlantas Polres Pesawaran bersama tim dari Polda Lampung melakukan olah tempat kejadian Perkara (TKP) kecelakaan mobil tanki pertamina dengan tiga motor. Akibat kejadian itu, dua pelajar tewas sementara dua lainnya terluka parah.

Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP I Wayan Budiarta mengatakan, pihaknya bersama dengan tim Polda olah TKP dengan menggunakan alat Traffic Accident Analyst (TAA) milik Polda.

Baca juga: Tiga Motor Rombongan Pelajar Tabrakan dengan Truk Tangki, Dua Tewas

"Alat ini menggunakan basis komputer, jadi menggunakan alat ini bisa lebih jeli dan detail mengurai penyebab terjadinya kecelakaan," jelasnya, Kamis, 1 Oktober 2020.

Ia menambahkan, akibat insiden kecelakaan yang merenggut dua nyawa pelajar asal Padang Cermin ini, pihaknya akan kembali lebih intens untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada para pelajar di Bumi Andan Jejama, tentang tata cara dan peraturan untuk mengendarai sepeda motor.

"Sebelum adanya pandemi ini, kita selalu rutin melakukan sosialisasi tentang berkendara dengan road show ke sekolah-sekolah, kita memberitahukan kepada para pelajar, aturan-aturan yang harus terpenuhi saat berkendara, seperti harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dahulu, kemudian menggunakan helm dan lainnya," ungkapnya. 

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, pihaknya menggandeng dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, agar pihak dinas mengeluarkan surat larangan bagi para siswa-siswi untuk membawa kendaraan ke sekolah.

"Kalau kendala yang kita alami ini, letak sekolah-sekolah yang berlokasi di dalam pedesaan yang tidak dijangkau transportasi umum, kemudian juga sarana dan prasarana yang membantu para siswa ini sampai sekolahnya juga belum ada, ini yang mengakibatkan banyak anak sekolah yang berangkat menggunakan kendaraan sendiri," tegasnya.

Dirinya berharap, orang tua dan para dewan guru yang ada di sekolah, agar dapat mengingatkan kepada para siswa agar tak membawa kendaraan sendiri.

"Ini menjadi perhatian kita bersama, karena kejadian kemarin membuat luka yang mendalam, mengingat korban yang meninggal dunia masih belia," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait