#pembunuhan#beritalampung

Polisi Observasi Kejiwaan Pemuda Pembunuh Ayah Kandung

Polisi Observasi Kejiwaan Pemuda Pembunuh Ayah Kandung
Polsek Kalirejo membawa Kukuh Priyo Waskito (21), warga Sendang Agung Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Selasa, 23 Maret 2021. Lampost.co/Asrul


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Polsek Kalirejo membawa Kukuh Priyo Waskito (21), warga Sendang Agung Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Selasa, 23 Maret 2021.

Pemuda tersebut dibawa untuk diperiksa kejiwaannya setelah menebaskan senjata tajam ke leher ayah kandungnya, Slamet (67).

Pantauan Lampost.co, aparat tiba di RSJ Lampung, Kurungan Nyawa, Pesawaran sekitar pukul 12.45. Pelaku menggunakan kaos polo warna hitam dan celana pendek warna hitam.

"Kami bawa untuk pemeriksaan kejiwaan untuk mengetahui pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau tidak" ujar Kapolsek Kalirejo, Iptu Edi Suhendra, Selasa, 23 Maret 2021.

Sementara itu, pihaknya juga akan menjerat pelaku dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Aparat profesional menentukan penyidikan perkara ini. Kami akan gelar perkara bersama di Polres," katanya.

Menurutnya, berdasarkan penyelidikan sementara motif perbuatan pelaku karena akan disantet orang tuanya. Hal itu yang menimbulkan niat pelaku menghabisi ayahnya tersebut.

Sementara, Komite Etik RSJ Lampung, Tendry Septa, mengatakan pihaknya akan mengecek kejiwaan pemuda tersebut dalam bentuk visum etrepertum psikiatrum.

"Prosesnya memakan waktu hingga 14 hari. Jika dalan waktu itu hasilnya belum keluar, kami minta perpanjangan waktu ke pemohon," ujarnya di RSJ.

Dia melanjutkan, hasil visum tersebut akan memperjelas terkait kejiwaan pelaku dan kecakapannya saat di persidangan kelak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas, mengatakan motif pembunuhan didasari tersangka yang kesal karena tidak diberi restu untuk menikah. Bahkan, ayahnya juga akan menyantet anaknya tersebut. Namun, hal tersebut diduga hanya halusinasi tersangka. 

Kepala Kampung Sendangrejo, Khotini, mengatakan situasi daerahnya saat ini kondusif usai peristiwa pemenggalan itu. Saudara-saudara pelaku yang merupakan anak kandung korban tak berniat untuk membalas perbuatan pelaku.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait