#Kejakatan#Penyekapan

Polisi Mesuji Nyatakan Tumino Bukan Korban Penyekapan

Polisi Mesuji Nyatakan Tumino Bukan Korban Penyekapan
dok Medcom.id


Mesuji (Lampost.co) -- Polres Mesuji nyatakan kasus keluarga Tumino (45), bukan penyekapan. Tumino sekeluarga dalam pengawasan perusahaan tempatnya bekerja lantaran dugaan penggelapan uang perusahaan.

"Tumino sekeluarga dalam pengawasan pihak perusahaan akibat menggelapkan uang lebih dari Rp300 juta. Jadi ini bukan masalah penyekapan," kata Kasat Reskrim Polres Mesuji Iptu Riki, Minggu 21 Maret 2021.

Dugaan penyekapan Tumino sekeluarga sempat viral diberbagai memdia. Menelusuri kebenaran informasi tersebut pihak Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi mendatnagi perusahaan terkait mencari keterangan.

"Pihak perusahaan menyatakan mereka tidak melakukan penyekapan. Ini soal pemindahan tempat tinggal pekerja dari tempat awal ke tempat baru," jelas Kepala Disnakertrans Mesuji, Nazmul Fikri.  

Terpisah, Manager PT SIP, Tumpal Bakara, tempat Tumino bekerja menjelaskan pihaknya sempat berniat melaporkan ke polisi soal dugaan penggelapan oleh Tumino. Namun, upaya tersebut tidak diteruskan.

"Tidak ada penyekapan yang kami lakukan. Namun, jika dia dalam pengawasan perusahaan, itu benar. Karena dia sudah melakukan korupsi dan sudah diakuinya diatas materai," jelas Tumpal Bakara.

Ia menambahkan akibat penggelapan uang yang dilakukan Tumino, salah satu karyawannya tidak dapat menerima tunjangan pensiun. Hal itu lantaran uangn perushaan Rp300 juta lebih ada pada Tumino.

Diwawancara terpisah, Tumino mengakui ia sekeluarga bukan disekap seperti yang dikabarkan beberapa media. Selain membantah penyekapan, ia pun tidak mengetahui bagimana kabar tersebut bisa beredar luas.

"Saya tidak tahu awalnya kenapa ada yang bilang disekap. Kami sekeluarga tidak membenarkan jika kami disekap. Kami masih diberi akses. Kami dipindah ke rumah kosong di samping masjid PT," tutur Tumino.

Kepala Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji, Karsun, berharap tidak ada pihak pihak yang terprovokasi oleh kesalahpahaman ini. Ia pun siap menjadi penengah antara Tumino dan pihak perusahaan.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait