#beritalampung#beritalamsel#humaniora

Polisi Masuk Sekolah Beri Pemahaman Hukum Bagi Pelajar di SMAN 1 Natar

Polisi Masuk Sekolah Beri Pemahaman Hukum Bagi Pelajar di SMAN 1 Natar
Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co): Anggota kepolisian dari Polsek Natar mendatangi SMAN 1 Natar untuk memberi pemahaman tentang lalu lintas dan bahaya perundungan kepada siswa baru di sekolah setempat.

Dua anggota Polsek Natar yakni Aipda Rudy Subiarso bersama Bripka Rio Ais memberi materi tentang lalu lintas kepada siswa baru, bahwa setiap pengguna jalan harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh undang-undang lalu lintas.

"Jaga nama baik sekolah. SMAN 1 Natar ini sekolah SMA negeri pertama berdiri di sini. Malu rasanya kalau tidak taat aturan lalu lintas, seperti tidak pakai helm, surat kendaraan tidak lengkap," kata Rio saat memberi materi kepada ratusan siswa baru di SMAN 1 Natar, Selasa, 19 Juli 2022.

Sementara itu, Aipda Rudy Subiarso mengatakan perundungan alias bully adalah hal yang bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami anak-anak dan remaja. Kabar buruknya, bully pada anak ternyata bisa memberi efek yang negatif bagi kesehatan secara keseluruhan.

Dampak kasus bully bagi korbannya, kata Rudy, seperti gangguan mental, mulai dari sensitif, rasa marah yang meluap-luap, depresi, rendah diri, cemas, kualitas tidur menurun, keinginan menyakiti diri sendiri, hingga bunuh diri. "Untuk itu mari secara bersama saling menjaga jangan ada bully antara sesama siswa. Tanamkan di dalam jiwa kita bahwa kita ini saudara. Kawan satu sekolahan jangan ada bully karena dampaknya sangat berbahaya. Mari kita berlomba meraih prestasi untuk tujuan yang sama mewujudkan masa depan yang sukses," kata Rudy.

Kepala Sekolah SMAN 1 Natar Agus Nardi mengatakan selama tiga hari pihaknya mengundang tiga instansi seperti kepolisian, kejaksaan dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Ketiga instansi ini memberi materi kepada siswa baru yang di terima di sekolah tersebut.

"Materi yang disampaikan tentang korupsi oleh pihak kejaksaan. Kemudian bully dan lintas oleh kepolisan, dan BNN tentang bahaya narkoba. Setiap tahun ajaran baru kami selalu mengundang tiga instansi ini, tujuannya sangat baik yaitu mengenalkan sedini mungkin tentang bahaya narkoba, bully, peraturan lalu lintas dan dampak bahaya yang ditimbulkan akibat korupsi," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait