#beritalampung#beritatubaba#kriminal#penembakan

Polisi Masih Selidiki Kasus Penembakan di HTI 44 Tubaba

Polisi Masih Selidiki Kasus Penembakan di HTI 44 Tubaba
Anggota Polres Tulangbawang Barat melakukan olah tempat kejadian perkara. Dok/Polres Tubaba


Panaragan (Lampost.co): Anggota Polres Tulangbawang Barat terus melakukan penyelidikan kasus penembakan yang terjadi di kawasan HTI 44 Kecamatan Gunungterang, Tulangbawang Barat. 

"Masih lidik ini kami lagi ke TKP lagi," kata Kasat Reskrim Polres Tulangbawang Barat, Iptu Dailami, Kamis, 8 Desember 2022.

Dailami belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait motif aksi penembakan yang menimpa Sutino (45) warga Kampung Kotajaya, Kecamatan Negarabatin, Way Kanan, yang terjadi pada Minggu, 4 Desember 2022 sekitar pukul 14.00 WIB. 

"Kami masih fokus mencari motif dan saksi, sesaat dan setelah kejadian. Saya masih dengan tim dari Polda Lampung cek TKP lagi," ujar dia. 

Berita terkait:  Korban Penembakan di HTI 44 Tubaba Anggota PSHT

Sementara itu, Alam Satria Kenalim tim penasehat hukum korban penembakan mengatakan korban tertembak ketika hendak merobohkan diri bersama dengan motor yang ditumpanginya. Pelaku diduga menembak dengan menggunakan senjata api laras panjang. 

"Secara reflek korban bersama saksi lain merobohkan motor bersama badannya karena lihat ada orang dengan jarak 40 sampai 50 meter turun dari motor di depan mereka sambil menodongkan senjata api. Di saat itulah terdengar letusan senjata yang dipakai dan para pelaku itu langsung kabur," kata Anggota Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Lampung itu.

Alam Satria mengatakan dari keterangan saksi, senjata yang digunakan menembak oleh dua orang terduga pelaku itu berjenis laras panjang. 

"Senjata apinya diduga berjenis laras panjang, karena semua saksi dan korban menyatakan laras panjang itu yang mereka lihat dan senjata apinya berwarna hitam," katanya. 

Dia mengatakan peristiwa penembakan yang menimpa Sutino, ketika Sutino bersama rombongan hendak kembali ke rumah setelah bergotong royong menanam singkong di lahan milik Jafar. 

"Di perjalanan, tiba-tiba rombongan korban berjumlah enam orang dengan empat motor dihadang dua orang menggunakan motor tril yang langsung membidik ke arah rombongan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait