#odgj#polisi

Polisi Lepaskan ODGJ Pemalsu Uang di Padang

Polisi Lepaskan ODGJ Pemalsu Uang di Padang
Ilustrasi mata uang rupiah pecahan Rp100 ribu. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto


Padang (Lampost.co) -- Polisi melepaskan kembali seorang pria berinisial RE (44), yang awalnya dilaporkan warga sebagai pemalsu uang di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa sore, 17 Agustus 2021. Lelaki yang merupakan warga Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang itu dilepaskan polisi karena berstatus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
 
"Awalnya ada informasi warga yang menyebutkan ia telah memalsukan uang, namun setelah ditelusuri dan ditindaklanjuti ternyata yang bersangkutan ODGJ," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, di Padang, Selasa, 17 Agustus 2021. 

Ia membeberkan kejadian itu berawal saat RE datang ke sebuah toko musik dengan membawa uang di kawasan Pasar Raya Padang pada Selasa sekitar pukul 16.00 WIB. Uang yang dibawa tersebut merupakan uang hasil fotokopi dengan bahan kertas tulis biasa (HVS), bukan kertas khusus yang menyerupai uang asli.

Baca: 1.353 Penderita Gangguan Jiwa di Lampung Terima Vaksin Covid-19


 
"Pemilik toko merasa curiga karena melihat ada yang aneh dengan uang itu, sehingga memberikan informasi ke kami," katanya.
  
Mendapati informasi itu, lanjutnya, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mencari tahu kebenaran peristiwa sekaligus mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Polisi yang ketika itu belum mengetahui asal-usul RE kemudian melakukan interogasi, namun jawaban yang didapat bertele-tele.
 
"Laki-laki itu kemudian dibawa ke rumahnya untuk pengembangan, dari sana barulah diketahui bahwa statusnya ODGJ," jelasnya.
 
Uang yang dibawa oleh RE ternyata bukanlah uang asli, melainkan uang yang diperbanyak dengan cara memfotokopi.

"Tempat fotokopi juga sempat menanyakan untuk apa uang fotokopi itu, RE mengatakan untuk mainan adiknya," katanya.
 
Karena kondisi tersebut maka polisi tidak melanjutkan proses terhadap lelaki yang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang itu. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait