#kebakaran#lapastangerang

Polisi Kumpulkan Bukti untuk Tetapkan Tersangka Kebakaran Lapas

Polisi Kumpulkan Bukti untuk Tetapkan Tersangka Kebakaran Lapas
Kondisi Lapas Tangerang usai terbakar. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Polisi memeriksa sejumlah saksi terkait kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang, Banten. Pemeriksaan saksi dalam rangka pengumpulan alat bukti untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Kami masih kumpulkan barang bukti semuanya, kami masih butuhkan keterangan lain dan saksi-saksi ahli. Nanti, kalau lengkap kami gelar perkara untuk tentukan apakah ada tersangka dalam kasus ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 14 September 2021.

Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota telah mengantongi sejumlah barang bukti. Barang bukti itu masih dianalisis tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Metro Jaya.

"Teman-teman Labfor masih bekerja di laboratoris. Kemudian, teman-teman penyidik dari Krimum Polda Metro Jaya masih pendalaman barang bukti," kata Yusri.

Polisi memeriksa 53 saksi untuk membuat terang kebakaran itu. Sebanyak 28 saksi diperiksa saat penyelidikan. Sedangkan, 25 saksi diperiksa dalam penyidikan pada Senin, 13 September 2021.

Ke-25 saksi itu rinciannya, 15 saksi diperiksa di Polda Metro Jaya. Mereka ialah 12 pegawai lapas dan tiga pihak PLN.

Kemudian, 10 orang diperiksa di Polres Metro Tangerang Kota. Mereka terdiri dari tujuh warga binaan dan tiga petugas pemadam kebakaran (damkar).

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memeriksa tujuh saksi dari pihak Lapas Klas 1 Tangerang hari ini. Ketujuhnya ialah, Kepala Lapas Victor Teguh Prihartono, Kepala Tata Usaha (TU), Kepala Bidang Administrasi (Kabid Adm), Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Sub Bagian Hukum (Kasubag Kum), Kepala Seksi (Kasie) Keamanan, dan Kasie Perawatan.

Polisi meningkatkan status kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang ke tahap penyidikan. Polisi menerapkan tiga pasal terhadap terduga pelaku, yakni Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyatakan barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Sedangkan, Pasal 188 KUHP berbunyi barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan, atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Kemudian, Pasal 359 KUHP disebutkan barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Untuk diketahui, blok C2 Lapas Klas 1 Tangerang terbakar sekitar pukul 01.45 WIB pada Rabu, 8 September 2021. Api berhasil dipadamkan pukul 03.00 WIB. Sebanyak 48 orang narapidana yang berada di blok C2 tewas. Selebihnya, mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan.

Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, dugaan sementara karena korsleting listrik. Polisi menemukan titik api di atas plafon.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait