#manokwari#papua#kerusuhan

Polisi Jamin Mak Susi tak Kabur

Polisi Jamin Mak Susi tak Kabur
Warga Manokwari menutup paksa jalan utama di kota itu, baru-baru ini.Lampost.co/Istimewa


Jakarta (Lampost.co): Kepolisian tidak menangkap dan menahan Tri Susanti alias Mak Susi lantaran berprofesi sebagai guru honorer. Mak Susi diyakini tidak akan kabur.

"Yang bersangkutan (juga) tidak akan menghilangkan barang bukti karena kita sudah sita semua hanphone-nya, konten media sosialnya dan lain-lain," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera dalam acara Primetime News Metro TV, Kamis 29 Agustus 2019.

Frans mengatakan penyidik yakin Mak Susi sudah menyesali perbuatannya. Untuk itu, penangkapan dinilai tidak perlu meskipun sudah dinyatakan sebagai tersangka.

"Kita yakin sekali yang bersangkutan tidak akan melakukan perbuatannya lagi oleh karena itu pertimbangan penyidik ini adalah ruang secara subjektif Polda Jatim belum menahan yang bersangkutan," ujar Frans.

Dia mengatakan Mak Susi tidak ditahan berdasarkan peraturan yang berlaku. Frans membantah kepolisian memberikan perlakuan khusus Mak Susi.

Kepolisian juga masih mendalami kasus ini. Masih banyak hal yang butuh dibuktikan oleh penyidik untuk melakukan penangkapan Mak Susi.

"Oleh karena itu kita melihat bahwa kasus ini dalam penanganan kita dan kita akan lakukan analisa sesuai situasi yang ada dan perkembangan analisa itu sendiri karena bukti-bukti yang kita lihat bahwa di enam konten yang ada masih ada enam lagi yang kita harus lakukan pembuktian secara materil dan formil," ucap Frans.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan Tri Susanti alias Mak Susi sebagai tersangka dalam kasus rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mak Susi merupakan Koordinator Lapangan (Korlap) yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya beberapa waktu lalu.

Mak Susi menjabat sebagai Wakil Ketua Ormas Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-POLRI (FKPPI). Dia bergabung sebagai anggota sejak 1989.

Dalam kasus tersebut, Mak Susi dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

Baca: Pembakar Bendera Merah Putih di Manokwari Ditangkap

EDITOR

medcom.id

loading...


Berita Terkait



Komentar