#internasional#polisi-gadungan

Polisi Gadungan Bunuh 10 Orang di Kanada

Polisi Gadungan Bunuh 10 Orang di Kanada
Seorang polisi sedang berpatroli di wilayah Montreal, Kanada. (Foto: AFP)


Portapique (Lampost.co) -- Seorang pria bersenjata menyamar menjadi polisi menembak mati sedikitnya 10 orang, termasuk satu aparat, di wilayah Nova Scotia, Kanada. Peristiwa yang berujung pada aksi kejar-kejaran dengan polisi itu berakhir dengan tewasnya pelaku.

Penembakan brutal itu terjadi di kota Portapique pada akhir pekan kemarin. Setelah terjadinya penembakan, otoritas setempat meminta semua warga Portapique untuk berdiam di dalam rumah dan mengunci pintu

Otoritas juga menginformasikan bahwa pelaku terlihat mengendarai sebuah kendaraan yang mirip dengan mobil polisi. Menurut keterangan aparat keamanan, pelaku menembak warga di beberapa lokasi di Nova Scotia. Ini artinya, otoritas masih menentukan angka kematian final yang masih mungkin bertambah dari data terkini. 

Dilansir dari BBC, Senin 20 April 2020, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut penembakan ini sebagai "situasi mengerikan," sementara Premier Nova Scotia Stephen McNeil mengatakan kepada awak media bahwa "ini merupakan salah satu aksi kekerasan paling brutal dalam sejarah provinsi kami.

"Keterangan dari Kepolisian Nova Scotia di Twitter mengindikasikan bahwa pelaku merupakan pria berusia 51 tahun bernama Gabriel Wortman. Dalam keterangan tersebut, Wortman disebut bukan staf Royal Canadian Mounted Police (RCMP), namun "mungkin mengenakan sebuah seragam polisi."

"Ada perbedaan antara mobilnya dan kendaraan milik RCMP, yakni pelat nomor. Mobil tersangka adalah 28B11. Jika Anda melihat 28B11, segera hubungi 911," tulis Kepolisian Nova Scotia di Twitter.

Usai menyampaikan keterangan tersebut, Kepolisian Nova Scotia melaporkan bahwa pelaku sempat mengganti kendaraannya menjadi "Chevrolet SUV kecil berwarna perak."

Penembakan massal merupakan peristiwa langka di Kanada, karena aturan kepemilikan senjata api jauh lebih ketat dari negara tetangganya, Amerika Serikat.

Pada 2019, dua remaja di Kanada mengaku telah membunuh tiga orang, termasuk pasangan asal Australia-AS di British Columbia. Pada 1989, penembakan di sebuah kampus di Quebec menewaskan 14 wanita setelah pelaku mengusir semua pria yang ada di sebuah kelas.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait