#jurnalis#intimidasi#bpn

Polisi Diminta Profesional Tangani Intimidasi Dua Jurnalis Lampung 

Polisi Diminta Profesional Tangani Intimidasi Dua Jurnalis Lampung 
Koalisi Pembela Kebebasan Pers Lampung meminta polisi profesional dalam perkara dua jurnalis Lampung yang diintimidasi satpam BPN Bandar Lampung, Rabu, 26 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Koalisi Pembela Kebebasan Pers Lampung mendorong Polresta Bandar Lampung bekerja profesional terkait laporan wartawan yang menjadi korban kekerasan saat meliput di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bandar Lampung.

Koalisi tersebut terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pengurus Daerah Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Lampung.

"Mendesak penegak hukum mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis. Kepolisian bersikap aktif dan responsif terkait kasus kekerasan terhadap jurnalis," ujar Anggota IJTI yang mewakili Koalisi, Rendy Mahardika, Rabu, 26 Januari 2022.

Menurutnya, Koalisi juga meminta perusahaan pers bertanggung jawab atas keselamatan jurnalisnya. Rendy menyatakan perusahaan pers berkomitmen pada kebebasan pers dan tidak permisif terkait kekerasan terhadap jurnalis.

Kemudian, Koalisi mengimbau semua pihak menghormati kerja-kerja jurnalistik.

"Jurnalis harus mengedepankan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam melaksanakan peliputan," kata Rendy. 

Baca juga: Intimidasi Jurnalis, Satpam BPN Bandar Lampung Dipolisikan

Polemik bermula pada Senin, 24 Januari 2022, jurnalis Lampung Post Salda Andala, dan jurnalis Lampung TV Dedi Kaprianto, mengalami pengusiran dan upaya perampasan alat kerja ketika meliput di kantor BPN Bandar Lampung.

Kedua juru warta itu sebelumnya menerima informasi bahwa sekelompok masyarakat mendatangi kantor BPN Bandar Lampung. Mereka hendak meminta kejelasan soal sertifikat dalam program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2017.

Guna memverifikasi dan mengonfirmasi hal tersebut, jurnalis Lampung Post dan Lampung TV mendatangi kantor BPN Bandar Lampung. Ketika mereportase, sejumlah anggota satuan pengamanan (satpam) BPN menghampiri jurnalis Lampung Post dan Lampung TV. Salah satu dari mereka menanyakan surat izin meliput. Dalam situasi itu, anggota satpam perempuan berupaya merampas alat kerja wartawan Lampung TV.

Tindakan serupa dilakukan satpam lainnya. Ia berusaha merebut alat kerja jurnalis Lampung Post. Tak hanya itu, sang satpam juga meminta jurnalis menghapus foto/video.

“Hapus. Hapus itu, silakan pergi!” ujar salah satu satpam seraya menutup gerbang kantor.

Dalam perkembangannya, korban melaporkan kekerasan itu ke Polresta Bandar Lampung. Laporan tersebut tertuang dalam surat bernomor LP/B/200/1/2022/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, Selasa, 25 Januari 2022. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait