#tanah#kejagung

Polisi dan Jaksa Kordinasi Usut Mafia Tanah

Polisi dan Jaksa Kordinasi Usut Mafia Tanah
Ilustrasi hotline aduan soal mafia tanah. (Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung akan berkordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengusut adanya dugaan mafia tanah di Lampung.

Dirreskrimum Polda Lampung, AKBP Reynold E. P. Hutagalung mengatakan terkait adanya laporan masyarakat tentang pertanahan pihaknya pasti akan menindaklanjuti dan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Pasti sinergisitas menindaklanjuti segala laporan yang terkait dengan pertanahan. Tentunya dalam hal ini polri tidak bisa bekerja sendiri untuk menentukan peristiwa pidana,"katanya, Senin,15 November 2021.

Untuk laporan masyarakat tentang pertahanan penyidik tentunya akan melihat legalitas terlebih dahulu, baik dari pelapor maupun terlapor.

"Sehingga kami tidak bisa semerta-merta tanpa ada legalitas keabsahan kepemilikan  terus kami menyatakan ini yang benar ini yang salah, tidak bisa begitu,"katanya.

Baca juga: Warga Lampung Korban Mafia Tanah Bisa Mengadu ke Nomor Ini

Di sisi lain, Kejati Lampung akan memasang informasi seperti banner, baliho, pengumuman di berbagai lokasi yang strategis agar masyarakat bisa langsung mengetahui cara menyampaikan informasi terkait adanya praktik mafia. Masyarakat Lampung yang merasa menjadi korban praktik culas atau pertanahan, kini jangan khawatir.

Warga juga bisa langsung melapor ke nomor pengaduan 081914150227. Nomor tersebut merupakan hotline yang langsung terhubung dengan Kejaksaan Agung.

"Agar masyarakat tahu bagaimana cara mengadukan," ujar Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra, melalui telepon, Senin, 15 November 2021.

Menurutnya, satgas mafia tanah dan mafia pelabuhan, bakal terdiri dari tiga bidang di Korps Adhyaksa, yakni Bidang Intelijen, Pidana Umum, dan Pidana Khusus.

"Ke depannya menunggu, nanti ada petunjuk teknis, kerja (satgas) seperti apa di lapangan," paparnya.

Diketahui, Jaksa Agung Burhanuddin  angkat bicara terkait isu mafia tanah dan mafia pelabuhan. Burhanuddin memerintahkan jajarannya membentuk tim khusus untuk memberantas mafia tanah dan mafia pelabuhan.

 

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait