#djokotjandra#kasusbankbali

Polisi Dalami Cara Anita Kolopaking Lobi Brigjen Prasetyo

Polisi Dalami Cara Anita Kolopaking Lobi Brigjen Prasetyo
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Polisi memeriksa pengacara Djoko Soegiarto Tjandra, Anita Kolopaking, dari Jumat, 7 Agustus 2020, sampai Sabtu, 8 Agustus 2020. Polisi mendalami cara Anita melobi Brigjen Prasetyo Utomo dalam pembuatan surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra.

"Penyidik mendalami peran yang bersangkutan. Peran yang bersangkutan selama pembuatan surat jalan palsu tersebut," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Awi menyebut Anita merupakan 'jembatan' penghubung Djoko dengan Prasetyo. Polisi mendalami tiap detail cara Anita menghubungkan komunikasi kedua orang itu.

"Tentunya ini digali penyidik mulai poin per poin, waktu ke waktu. Tentunya waktu kan berjalan kan tidak langsung jadi begitu," ujar Awi.

Awi enggan memerinci pertanyaan pemeriksaan yang dilakukan penyidik ke Anita. Alasannya untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikan.

Namun, polisi bakal mengonfirmasi seluruh hasil pernyataan Anita kepada Prasetyo dan saksi lain. Polisi tak ingin langsung percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Anita.

"Tentunya hasil berita acara yang beranagkutan akan diklarifikasi, dan evaluasi oleh penyidik. Dievaluasi kemudian ada kesesuaian atau tidak," ujar Awi.

Awi menyebut Anita merupakan 'jembatan' penghubung Djoko dengan Prasetyo. Polisi mendalami tiap detail cara Anita menghubungkan komunikasi kedua orang itu.

"Tentunya ini digali penyidik mulai poin per poin, waktu ke waktu. Tentunya waktu kan berjalan kan tidak langsung jadi begitu," ujar Awi.

Awi enggan memerinci pertanyaan pemeriksaan yang dilakukan penyidik ke Anita. Alasannya untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikan.

Namun, polisi bakal mengonfirmasi seluruh hasil pernyataan Anita kepada Prasetyo dan saksi lain. Polisi tak ingin langsung percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Anita.

"Tentunya hasil berita acara yang beranagkutan akan diklarifikasi, dan evaluasi oleh penyidik. Dievaluasi kemudian ada kesesuaian atau tidak," ujar Awi.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait