#Skimming#BankLampung#PoldaLampung

Polisi Buru Pelaku Skimming Bank Lampung Hingga ke Luar Negeri

Polisi Buru Pelaku Skimming Bank Lampung Hingga ke Luar Negeri
Dirkrimsus Polda Lampung Kombes Arie Rachman Nafarin. Lampost.co/ Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung memburu pelaku skimming Bank Lampung. Informasi yang dihimpun Lampost.co, pelaku diduga kabur ke luar negeri.

Dirkrimsus Polda Lampung Kombes Arie Rachman Nafarin mengatakan, pelaku sangat profesional dalam melancarkan aksinya, mulai dari meletakkan alat skimming hingga menarik uang nasabah di luar daerah provinsi Lampung.

"Pelaku ini melihat Bank yang kira-kira lemah pengawasannya. Dia letakkan alat skimming ke ATM berjalan kaki hingga satu kilometer," ujarnya, Senin 11 Juli 2022.

Baca Juga Pelaku Skimming Bank Lampung Mengalirkan Sebagian Dana ke Bitcoin

Ari menjelaskan terdapat dua tempat penarikan uang di ATM Bank Lampung yang saat ini sudah menjadi target pelaku di Bandar Lampung. Dimana ditempat tersebut minim CCTV sehingga dimanfaatkan pelaku.

"Ada dua tempat yang sudah kita identifikasi dipasang alat skimming. Tapi tidak bisa kami sebutkan dimana saja," ujarnya.

Setelah dipasang dan cukup banyak mendapat pin atm hingga data korban pelaku menarik uang tunai di Pulau Jawa dan Bali yang minim CCTV.

"Separuh uang pelaku tarik tunai dan sisanya uang ditransfer ke bitcoin. Dan saat ini kita masih meminta keterangan manajemen bitcoin," ujarnya.

Ia melanjutkan pihak sudah berkordinasi dengan Polda dan Mabes Polri untuk membantu penyelidikan dan menangkap pelaku kejahatan skimming Bank Lampung.

"Kordinasi pasti kita lakukan. Dimanapun berada kita buru pelaku," ujarnya.

Ia menambahkan belum mengetahui apakah pelaku berjumlah lebih dari satu orang atau merupakan sindikat.

Sebelumnya, 47 nasabah Bank Lampung menjadi korban skimming dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah. Kerugian setiap nasabah bervariasi, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 300 juta.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait