#jambret

Polisi Bekuk Jambret dan Penadah HP Curian di Telukbetung

Polisi Bekuk Jambret dan Penadah HP Curian di Telukbetung
Ditreskrimum Polda Lampung saat konferensi pers di Mapolda Bandar Lampung. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ditreskrimum Polda Lampung menangkap dua pelaku penjambretan terhadap seorang Mahasiswi di Bandar Lampung. Kedua pelaku yakni Ibnu Khor warga Mesuji, dan Wahyu Afrian seorang mahasiswa.

 

Wadir Reskrimum Polda Lampung AKBP Hamid Andi Soemantri mengatakan, kejadian itu bermula saat korban, Meliana, berbonceng tiga bersama temannya di Jalan Ponegoro, Kelurahan Gulak Galik, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung pada Jumat, 19 November 2021.

Kemudian pelaku seorang diri menggunakan motor Yamaha R15 warna hitam memepet korban, dan melihat korban membawa dompet serta ponsel. Setelah itu pelaku datang dari arah kiri dan merampas ponsel milik korban.

"Malam itu sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku keliling mencari sasaran, dan menemukan korban yang saat itu posisi di tengah memegang ponsel langsung dirampas dan kabur," katanya, Kamis,  25 November 2021.

Setelah dijambret, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Bandar Lampung. Dalam waktu tiga hari tim Tekab 308 Polda Lampung menemukan informasi, dan menangkap kedua pelaku di lokasi yang berbeda di Bandar Lampung.

"Pelaku tunggal saat melancarkan aksinya hanya seorang diri, ketika kami tangkap dan diinterogasi ternyata pelaku disuruh rekananya menjambret karena ada sangkutan hutang untuk bayar cicilan motor," katanya.

Oleh karena itu, dalam pengungkapan kasus ini Wahyu berperan sebagai penadah dan juga yang menyuruh rekannya untuk menjambret serta Ibnu bertindak selaku eksekutor.

"Kalau dari pengakuan Ibnu sudah dua kali menjambret, tapi tentu perkara ini masih akan kami dalami kembali, Wahyu yang menyuruh rekannya," katanya.

Selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya juga berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil curian hingga perlengkapan digunakan para tersangka yakni Motor Yamaha R15, celana jeans ,1 HP merek Vivo rose gold, 1 HP Realme 7i hijau, hingga dompet pink berisi kartu Identitas milik korban.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka Ibnu dijerat Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun. Sementara Wahyu dikenakan pasal 55 Jo 56 KUHP tentang turut serta melakukan kejahatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait