#Narkoba#Jaksa

Polisi Beberkan Kronologi Penangkapan Oknum Jaksa Terkait Narkoba

Polisi Beberkan Kronologi Penangkapan Oknum Jaksa Terkait Narkoba
Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung akhirnya memaparkan penangkapan penyalahguna narkotika yang melibatkan oknum jaksa. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung akhirnya memaparkan penangkapan penyalahguna narkotika yang melibatkan oknum jaksa.

Dari perkara tersebut empat orang ditangkap, yakni Handro Yuricki (36), warga Halim Permai, seorang Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Gedongtataan; Ali Ferdian (28), warga Wayhalim Permai, seorang PNS Pengadilan Negeri Blambangan Umpu, yang sedang dalam proses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Kemudian Rengga Puspa Negara (38), warga kecamatan Sukabumi, merupakan Jaksa Fungsional Kejari Pesawaran,  dan Roni Sanjaya (34), warga Kedamaian.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan awalnya tim yang dipimpin oleh Kasubdit I Kompol Hendriansyah menangkap Handro dan Ali di parkiran RSUD Urip Sumohardjo pada 8 Februari 2021.
Keduanya berada di dalam sebuah mobil, dan ditemukan barang bukti berupa 0,17 gram sabu dalam satu bungkus klip

Sore harinya, tim menangkap Jaksa Rengga di kediamannya. Ditemukan satu buah alat isap, enam bungkus klip sisa pakai, satu buah timbangan digital, satu buah plastik klip berisi biji ganja, satu buah korek gas yang dimodifikasi, dan delapan butir amunisi tajam.

"Jadi awalnya ditangkap di parkiran RS, Hy dan AL. Kemudian setelah dikembangkan menangkap RPN di kediaman," ujarnya, Kamis, 11 Februari 2021.

Kemudian dari pengakuan Jaksa Rengga, kembali dikembangkan. Pada hari yang sama petugas kembali menangkap Roni Sanjaya di depan sebuah masjid di kecamatan Sukarame.

Dari tangannya didapat barang bukti berupa beberapa klip berisi sabu yang disembunyika di kotak rokok, dan ikat pinggang.

"Sabu didapat dari inisial H, yang berstatus DPO," katanya.

Usai dilakukan gelar perkara, keempatnya pun ditetapkan sebagai tersangka.

Handro dan Ali dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) jo132 ayat (1), Rengga dijerat pasal 112 ayat (1) sub 127 ayat (1), kemudian Roni dijerat pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) sub 127 ayat (1) jo 132 ayat (1) Uu nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana maksimal seumur hidup.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait