pembunuhan

Polisi Amankan Lokasi Perebutan Tanah Berujung Maut

Polisi Amankan Lokasi Perebutan Tanah Berujung Maut
Salah satu korban usai perkelahian antar warga yang diduga disulut persoalan tanah terjadi di Kecamatan Anak Tuha, Lamteng, Kamis (14/1/2021). (Foto: Istimewa)


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Perkelahian antar warga yang diduga disulut persoalan tanah terjadi di Kecamatan Anak Tuha, Lamteng, Kamis (14/1/2021). Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia dan satu orang luka berat. Polisi segera menerjunkan personel untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. 

Keterangan resmi dari Polres Lamteng menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis, 14 Januari 2021. Lokasi perkelahian ada di sekitar gerbang masuk SMK Unggulan Anak Tuha.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro kepada sejumlah awak media mengatakan perkelahian itu terjadi antara warga Kampung Bumi Aji dan Kampung Negara Bumi Ilir. Tetapi ada juga sejumlah warga dari kampung lain yang terseret dalam perkelahian itu. 

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pihak Polres Lampung Tengah telah menerjunkan personel. "Untuk saat ini sudah menerjunkan personel untuk mengamankan. Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal yang belum jelas," tandas Kapolres. 

Kapolres juga menjelaskan terkait motif perkelahian yang berujung maut itu adalah klaim atas tanah oleh dua kelompok kecil warga. 

Data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, perkelahian terjadi antara salah satu warga Kampung Bumi Aji dan salah satu warga Kampung Haji Pemanggilan dengan puluhan warga Kampung Negara Bumi ilir, di depan gerbang SMK Unggulan Terpadu, Kecamatan setempat, Kamis, 14 Januari 2021. 

Kedua orang korban meninggal bernama Abdul Rahman (50) warga Kampung Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, dan Edison Raka (40) warga Kampung Haji Pemanggilan.
 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait