#RizieqShihab#FPI#KerumunanPetambunan

Polisi Akan Tangkap Rizieq Shihab Usai Diperiksa

Polisi Akan Tangkap Rizieq Shihab Usai Diperiksa
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020. (MI/Andri Widiyanto)


Jakarta (Lampost.co) -- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan menangkap Muhamamad Rizieq Shihab (MRS) setelah diperiksa hari ini. Pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu sebagai tersangka terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Nanti kita akan periksa yang bersangkutan sebagai tersangka, kemudian kita lakukan penangkapan nanti masalah penahanan adalah upaya daripada penyidik, dilihat nanti alasan obyektif maupun subyektif seperti apa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 Desember 2020.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Kombes Tubagus Ade Hidayat menyatakan Rizieq sudah pernah dilakukan pemanggilan dua kali sebagai saksi tapi tidak hadir. Ia mengatakan tanpa keterangan Rizieq sebagai saksi, perkara ini sudah terang benderang untuk menentukan tersangka.

"Makanya kita tidak usah cape-cape harus mendatangkan yang bersangkutan sebagai saksi, tetapkan dulu saja sebagai tersangka kemudian perlakuannya selebihnya adalah perlakuan sebagai tersangka," tutur Tubagus.

Seperti diketahui, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan saat acara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat. Rizieq dipersangkakan Pasal 216 KUHP terkait dengan sengaja tidak menurut perintah atau permintaan petugas dan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan supaya melakukan perbuatan pidana sehingga terjadi kedaruratan kesehatan di masyarakat.

Selain Rizieq, polisi telah menetapkan lima tersangka lainnya, yakni ketua panitia pernikahan Haris Ubaidilah (HU), sekretaris panitia Ali Alwi Alatas (AA), penanggung jawab keamanan Maman Suryadi (MS), penanggung jawab acara Ahmad Sabri Lubis (SL), dan kepala seksi acara Idrus (I).

 

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait