#polemik#hanura#partai

Polemik Partai Hanura, Nazarudin Jadi Tersangka

Polemik Partai Hanura, Nazarudin Jadi Tersangka
Ps. Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Rahmad Mardian.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) --  Wakil Ketua DPD Partai Hanura Nazarudin ditetapkan sebagai tersangka usai berpolemik dengan  antara Ketua DPD Benny Uzer. Nazarudin dilaporkan oleh Benny Uzer lantaran diduga melakukan pencemaran nama baik di sosial media, ke subdit V tindak pidana cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung.


 

Kuasa Hukum Benny Uzer, Bambang Hartono mengatakan, Nazarudin telah ditetapkan tersangka pada Rabu, 11 September 2019.

 

"Jadi berdasarkan informasi yang saya terima sebagai selaku kuasa hukum dari Benny Uzer, terlapor atas nama Nazarudin  sudah dilakukan gelar perkara penetapan tersangka yang sebelumnya dilakukan gelar perkara peningkatan status  dari penyelidikan ke penyidikan," ujarnya, 12 September 2019.

 

Dikonfirmasi Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes pol. Subakti melalui Ps kasubdit V Cyber Crime Kompol Rahmad Mardian membenarkan informasi tersebut.

 

"Ia benar kasus pencemaran nama baik dengan pelapor pak Benny Uzer sudah kita naikkan statusnya ke penyidikan, dan hari ini sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka," katanya di Mapolda Lampung.

 

Namun, Nazarudin tidak ditahan, lantaran ia hanya diancam pidana 4 tahun penjara sesuai pasal 27 ayat 3 UU ITE. Penyidik juga telah mengantungi 2 alat bukti

 

"Sesuai KUHAP, ancaman di bawah 5 tahun tidak dapat ditahan kecuali pasal pengeculian, sementara keterangan Nazarudin sudah cukup, jika kurang akan kita lakukan pemanggilan kembali," kata alumnus Akpol 2003 itu.

 

Dipaparkan Rahmad,  Nazarudin ditetapkan sebagai tersangka, lantaran diduga melakukan pencemaran nama baik  di whatsapp grup partai, ataupun pribadi yang menyebutkan, Benny Uzer "setan dan iblis".

 

"Ada juga beberapa postingan lain, namun belum bisa kita paparkan," ujar mantan kabagops Polres Lampung Utara itu.

 

Padahal pihak kepolisian telah menyarankan adanya upaya perdamaian dari kedua belah pihak, karena perkara ini delik aduan. Namun tak kunjung ada itikad baik dari keduanya.

 

"Kita juga harus profesional, mengingat perkara sudah cukup lama dan semua tahapan telah dijalankan," kata mantan Kanit Tipikor  Ditreskrimsus Polda Lampung itu.

 

Rahmad pun menghimbau agar masyarakat bijak menggunakan sosial media. Karena, penyidik tidak pandang bulu terkait kasus ITE. Subdit V Cybercrime sudah menindak pelaku kejahatan ITE dengan berbagai latar belakang pada kasus yang berbeda, seperti masyarakat biasa, dosen, hingga wakil ketua partai.

EDITOR

Asrul Septian Malik


loading...



Komentar


Berita Terkait