#NARKOBA#SABU#BERITALAMPUNG

Polda Tangkap Napi Rajabasa Pengendali Sabu-sabu 6,7 Kg

Polda Tangkap Napi Rajabasa Pengendali Sabu-sabu 6,7 Kg
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Syaikhul Hadi)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Lampung akhirnya mengungkap pengendali sabu-sabu seberat 6,7 Kg dan 225 gram ganja yang sebagiannya diduga hendak dimasukkan ke dalam LP kelas IA Bandar Lampung atau LP Rajabasa via drone. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Polda menangkap seorang narapidana di LP Rajabasa, bernama Abdul Basir Harahap atau Andre Luis (25), warga Mandailing Natal, Sumatera Utara. Penangkapan pelaku dibantu dengan kerja sama pihak Lapas, yang memberikan akses dalam penyelidikan dan pengamanan.

Ia divonis 17 tahun penjara pada persidangan di PN Kalianda pada 15 September 2014. Abdul Basir Harahap atau Andre Luis (25) ditangkap berdasarkan pengembangan pelaku lainnya, Muslih (36) warga Kabupaten Lampung Selatan, yang ditangkap berikut barang bukti sabu-sabu sebanyak 7 Kg dan 225 gram daun ganja. Muslih dibekuk polisi pada Kamis, 29 April 2021 sekitar pukul 05.00 WIB di sebuah perumahan Permata Asri, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.

"Kami ada mengamankan seorang napi dari Lapas Rajabasa, merupakan otak yang mengendalikan barang  (6,7 kg) sabu yang kami amankan dari tersangka Muslih," ujar Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Lampung Kompol Alsyahendra, Jumat, 11 Juni 2021.

Abdul Basir, saat ini berada di sel Makoditresnarkoba Polda Lampung dan sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih kami bon dari Lapas. Masih diperiksa di kantor (Mako Ditresnarkoba Polda Lampung). Jadi, untuk sementara ini untuk kasus 7 kg sabu-sabu ini ada dua tersangka yakni Muslih dan Abdul Basir," jelasnya.

Sementara Kepala LP Rajabasa Maizar membenarkan warga binaannya diamankan dan diperiksa.

"Iya, benar, kami selalu terbuka, dan mendukung aparat dalam memberantas peredaran narkoba, termasuk jika ada pengendaliam (dalam LP)," katanya.

Menurut Maizar , penjagaan LP sudah diperkuat dari upaya penyelundupan dan pengendalian, dengan mesin XRay, pemeriksaan barang atau makanan untuk narapidana, pemasangan cctv, sehingga upaya dugaan penyelundupan via drone bakal dilakukan oleh para pengedar.

EDITOR

Wandi BarboyAs

loading...




Komentar


Berita Terkait