#RizieqShihab#FPI#KerumunanPetambunan

Polda Metro Perketat Pengamanan Jelang Rizieq Menyerahkan Diri

Polda Metro Perketat Pengamanan Jelang Rizieq Menyerahkan Diri
Polda Metro Jaya memperketat pengamanan jelang Rizieq menyerahkan diri. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam


Jakarta (Lampost.co) -- Pengamanan di Polda Metro Jaya diperketat usai imam besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab menyatakan bakal menyerahkan diri. Pentolan FPI itu diperkirakan tiba pukul 09.00 WIB.

Pantauan Medcom.id, dua orang polisi dengan rompi antipeluru berjaga di pintu masuk Polda Metro. Tiap mobil atau motor yang masuk ditanya kepentingannya.

Mobil pengurai massa disiapkan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro. Beberapa polisi dengan pakaian lengkap pun terlihat berjaga di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan pada acara akad nikah putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat. PolisiPolisi juga menetapkan lima tersangka lain.

Lima tersangka lainnya, yakni Ketua Pantia Akad Nikah, Haris Ubaidillah; Sektretaris Panitia, Ali Bin Alwi Alatas; Penanggung Jawab bidang Keamanan, Maman Suryadi; Penanggung Jawab Acara, Sobri Lubis; dan Kepala Seksi Acara, Idrus.

Akad nikah anak Rizieq dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan pada Sabtu, 14 November 2020, kedapatan melanggar protokol kesehatan. Kegiatan itu ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19.

Sejumlah peserta juga tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Alhasil, klaster baru penyebaran covid-19 muncul di lokasi tersebut.

Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Para tersangka dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

Lalu, ada pelanggaran Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Selain itu, ada pelanggaran Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait