#Hukum#pelanggaranProkes

Polda Kirim SPDP Pelanggaran Prokes ke Kejati Lampung

Polda Kirim SPDP Pelanggaran Prokes ke Kejati Lampung
Sebelum diperiksa tersangka kasus pelanggran protokol kesehatan di tes antign. (Foto:Lampost/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Polda Lampung kirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan yang dilalukan oleh petinggi Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan Tinggi, Rabu, 13 Oktober 2021.

Direskrimum Polda Lampung, AKBP Reynold Elisa P Hutagalung, mengatakan perkara itu sudah SPDP setelah adanya pemeriksaan terhadap ketiga tersangka inisial AQB (79), C alias AB (70), ZI (54). 

Sebelum dilakukan pemeriksaan penyidikan, pada hari Selasa (12/10), dikakukan pemeriksaan tes antigen dan pemeriksaan kesehatan, tensi dan lainnya. Pasal yang di langgar yakni, 160 KUHP, 216 KUHP, Pasal 93 jo pasal 9 ayat (1)UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 14 ayat (1) UU No 4 Tahun 1984 tantang Penyebaran Wabah Penyakit Menular. 

Kuasa hukum tersangka AQB (79), AB (70), Nurul Hidayah dan Fitriani, Kamis, 14 Oktober 2021, mengatakan tiga petinggi Ormas Khilafatul Muslimin tidak dilakukan penahana karena dinilai koperatif saat melakukan penyelidikan.

Nurul Hidayah mengatakan, alasan lain tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka adalah alasan usia karena sudah dianggap tua. Kemudian kesehatan tersangka karena setelah di cek tensi darah tidak normal atau tinggi.

"Wajib lapor ke Polda Lampung dan nantinya kami dampingi dua tersangka ini," katanya.

Menurut Fitriani, AQB dalam acara tersebut hanya diminta oleh panitia untuk membuka dan memimpin doa.

"Dia (AQB) sebagai seorang muslim merasa wajib hadir saat diminta memimpin doa dalam acara tersebut, setelah acara dibuka, lanjut Fitriani AQB langsung pulang ke kantor sekretariat Khilafatul Muslimin.

Oleh karena itu, lanjut Fitriani, kliennya tak mengetahui pelanggaran apa yang terjadi sehingga akhirnya dipanggil aparat kepolisian.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait