#Narkoba

Polda Lampung Utamakan Rehab ketimbang Proses Hukum Pemakai Narkoba

Polda Lampung Utamakan Rehab ketimbang Proses Hukum Pemakai Narkoba
Proses pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba di Mapolda Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mengaku sedang berupaya menekan angka peredaran narkoba sampai ke tingkat desa. Polisi bertekad lebih mengedepankan upaya penyembuhan ketimbang penindakan secara hukum bagi para pemakai.

Wadiresnarkoba Polda Lampung, AKBP FX Winardi mengatakan, pengguna atau korban penyalahgunaan narkoba akan diproses Tim Asesmen Terpadu (TAT) Badan Narkotika Nasional (BNN). Hasil dari asesmen akan digunakan untuk menentukan apakah pemakai tersebut diberikan rehab hukum atau medis.

"Ada rehabilitasi rawat inap dan rehabilitasi rawat jalan. Dan itu yang memutuskan Kepala BNN. Sebab bagi pemakai jika dipenjara dan digabung dengan para bandar narkoba maka akan semakin parah," katanya, Jumat, 11 Februari 2022. 

Baca: 2 Pelajar Bandar Lampung Ditangkap Bawa Ganja di Pahoman

 

Meskipun mengacu pada aturan tersebut, Winardi menyatakan tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan masuk dalam sebuah jaringan pengedar narkoba.

"Misalnya barang bukti cuma setengah gram, tetapi berdasarkan catatan kami dia ini terlibat dalam satu jaringan, maka tetap kita proses," kata Winardi.

Untuk penyalahguna narkotika di bawah satu gram maka masuk kategori pemakai. Maksimal rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika selama delapan bulan dan minimal dua bulan.

"Mereka yang sudah kecanduan berat maksimal delapan bulan, hanya sekali pakai mungkin dua tiga bulan dari hasil dari tim asesmen terpadu," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait