#BANDARLAMPUNG#SAMPAH#LIMBAHINFEKSIUS

Polda Lampung Lakukan Penyelidikan di TPA Bakung

Polda Lampung Lakukan Penyelidikan di TPA Bakung
Anggota Tipiter IV Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan penyelidikan dengan mengamankan beberapa barang bukti. (Foto : MTVL/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co) — Kasubdit Tipiter IV Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Rizal Muchtar meninjau langsung TPA Bakung untuk melakukan penyelidikan atas laporan penemuan sampah medis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). 

Ia bersama empat anggota lainnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap melakukan penyelidikan di tumpukan sampah seluas 20 meter. Senin, 15 Februari 2021. 

“Karena adanya laporan, kami Tipiter Ditkrimsus Polda Lampung melakukan penyelidikan,” ujarnya pada Lampost.co.

Dari pantauan Lampost.co, Tipiter Ditkrimsus Polda Lampung mengambil beberapa barang bukti berupa suntikan, botol infus, selang infus, masker, sarung tangan, dan beberapa dokumen yang bertuliskan Rumah Sakit Urip Sumoharjo. 

Barang bukti tersebut dimasukan ke dalam plastik putih dengan list berwarna merah bertuliskan nama salah satu minimarket. Selain mengamankan barang bukti, AKBP Rizal juga mengambil beberapa foto dan video untuk kepentingan penyelidikan.

“Nanti akan kami panggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, mengutip mediaindonesia.com, Kementerian Iingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) melarang keras limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan atau limbah medis dibuang di Tempat Pemroses Akhir (TPA) sampah rumah tangga atau sejenis sampah rumah tangga.

Setiap kepala daerah diwajibkan  untuk memastikan bahwa limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan masa pandemi ini terdata dan dilaporkan pengelolaannya kepada KLHK. Dirjen PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati mengakui adanya laporan yang masuk terkait banyak limbah medis covid-19 yang dibuang di TPA sampah rumah tangga. Sehingga KLHK menerbitkan surat bernomor S.401/PSLB3/PS/PLB.0/10/2020, tertanggal 27 Oktober 2020 yang ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia, untuk mematuhi pengelolaan limbah covid-19.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait