#polda#lampung

Polda Lampung Bongkar Prostitusi Online yang Libatkan Anak di Bawah Umur

Polda Lampung Bongkar Prostitusi <i>Online</i> yang Libatkan Anak di Bawah Umur
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Adi Sastri dan jajaran ditreskrimum polda Lampung saat menggelar konferensi pers, Rabu, 16 Maret 2022. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Ditreskrimum Polda Lampung menangkap satu pelaku berinisial RS atas kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). RS (28) terbukti bersalah menjadikan dua wanita sebagai pekerja seks komersial (PSK) salah satunya di bawah umur.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Adi Sastri mengatakan, para pelanggan sebelum menggunakan jasa yang disediakan, terlebih dahulu memesan melalui aplikasi Michat.

Terungkap adanya prostitusi online ini, saat satgas TPPO mendapat laporan dari masyarakat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menyamar menjadi pelanggan. Sehingga tersangka memperlihatkan dua PSK yakni inisial i (32) dan A (15) yang merupakan pelajar.

Setelah berkomunikasi, tersangka menyedikan dua wanita tersebut di salah satu hotel yang ada di Bandar Lampung. Kemudian polisi datang dan menangkap tersangka pada hari Minggu 15 Februari 2022.

"Tersangka kami amankan, dan dua orang lainnya kami bawa ke Mapolda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan,"ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka sudah lama menggeluti pekerjaan sebagai mucikari dan menyediakan jasa-jasa PSK dari kalangan wanita. Dalam satu kali kencan tersangka memasang tarif mulai dari satu juta hingga tiga juta rupiah.

"Satu pelanggan yang memakai jasa melalui tersangka mendapat keuntungan Rp500 ribu,"katanya.

Atas perbuatannya, tersangka terancam Pasal 2 Ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Untuk hukumannya minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Adapun barang bukti yang disita yakni dua kunci kamar hotel, satu unit hanphone merek Vivo dan dua unit Iphone, serta uang pecahan 50 ribu senilai Rp 3 juta.

Kemudian, Direktur Lada Damar Lampung Seli Fitriani mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung semakin mengkhawatirkan. Dia mengatakan perlu pengawasan dari orang tua dan peran pemerintah. Seperti melakukan sosialisasi edukasi di setiap sekolah.

"Orang tua juga penting mengawasi setiap gerakan anak, juga melalui media sosialnya. Orang tua juga perlu melek teknologi,"katanya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait