Natarumudik

Polda Antisipasi Arus Mudik Libur Nataru

Polda Antisipasi Arus Mudik Libur Nataru
Ilustrasi.Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktorat Lalulintas Polda Lampung menyiapkan beberapa langkah antisipasi dalam mengatasi arus mudik libur natal dan tahun baru 2021 (Nataru). Sejumlah langkah antisipasi diambil, karena Pemerintah Pusat membagi libur mudik natal dan tahun baru menjadi dua tahap, yakni 24--27 Desember 2020 dan 31 desember 2020--3 Januari 2021.

Dirlantas Polda Lampung, Kombespol Donny Sabardi Halomoan Damanik, mengatakan perkiraan lonjakan arus mudik pertama akan terjadi pada 23-24 Desember 2020. Perkiraan lonjakan arus balik tahap pertama akan terjadi pada 27 Desember 2020.

Kemudian, lonjakan arus mudik tahap dua akan terjadi pada 30 Desember 2020 dan arus balik tahap dua pada 3 Januari 2021.

"Dampak yang ditimbulkan dengan adanya dua kali arus mudik dan arus balik ini akan membuat pergerakan arus lalu lintas lebih dinamis," ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima Lampost.co, Kamis 17 Desember 2020.

Prediksi dari arus lalulintas yang dinamis, akan memunculkan beberapa kendala yakni, penyeberangan ASDP Bakauheni-Merak akan terjadi peningkatan. Kemudian lalulintas di jalan raya (Jalan Tol, Jalan Arteri Lintas Timur, Tengah, Barat) juga akan terjadi peningkatan.

Dalam operasi lilin krakatau 2020 tersebut, Polda Lampung menerjunkan 3.154 personil, 59 pos pam jalur arteri, 17 pospam di rest area, dan 5 pos pam di exit tol.

Selain itu, disediakan brosur yang berisi kondisi JTTS, Jalinsum, titik rawan bencana alam, kondisi jalan rusak, call center polri, jadwal penerbangan, jalur wisata, SPBU dan Bengkel, jadwal penerbangan dan jadwal kapal roro bakauheni. "Sudah kami siapkan antisipasi," paparnya.

 

Berikut langkah antisipasi yang diambil Ditlantas Polda Lampung :

1. Penyebrangan ASDP Bakauheni :

a. Kesiapan toll gate (akses tiket penyeberangan) menuju Dermaga 1-7.

b. Kesiapan toll gate Kapal Eksekutif

c. Kesiapan toll gate Kapal Reguler.

d. Langkah darurat bila terjadi trouble.

e.Lahan parkir kend di dalam area pelabuhan untuk menampung kend yang akan menyebrang.

f. Persiapan fasilitas umum di area pelabuhan (makan, minum, toilet,sarana ibadah)

g. Perkembangan jumlah penumpang dan kendaraan yg masuk dan keluar. (dapat diinfokan mulai dari sekarang).

 

2. Jalan Tol (A-B)

a. Rest Area jalur A dan B.

b. Rest Area mengaktifkan public adress (pengeras suara) untuk Prokes C.19 (3M+1T).

c. Tidak ada pengendara beristirahat pada jalur darurat (kiri) baik pagi siang, sore, maupun malam. Sebab, akan membahayakan keselamatan diri orang lain.

d. Menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat pengguna jalan selama berada di rest area (makan,minum, tempat ibadah, Toilet).

e. Kondisi jalan sepanjang jalan tol dipastikan dalam keadaan baik (tidak ada kerusakan).

f. Running text berfungsi dengan baik untuk diberi himbauan.

g. Kendaraan patroli aktif 24 jam untuk memberikan pelayanan dan memberikan peringatan agar pengguna jalan mematuhi batas kecepatan.

h. Aktif berkomunikasi dengan petugas PJR Polda untuk menekan angka pelanggaran batas kecepatan, dan terjadinya kecelakaan.

i. CCTV monitor dapat terintegrasi shg dapat terlihat pada Sea Port, dan RTMC Dit Lts Polda.

j. Bila terjadi sesuatu yang perlu penanangan sangat diperlukan komunikasi yang terintegrasi melalui Radio Rig/HT. Agar hal ini dapat terwujud dalam masa Pam Natal dan Tahun Baru. (MOHON MENJADI ATENSI).

 

3. Jalur Arteri (timur, tengah, barat)

a. Dishub Prov, Kabupaten/Kota untuk bersama mempersiapkan kelancaran. Bila ada jalan yang rusak dan lainnya agar dapat segera dikoordinasikan.

b. Jalur komunikasi yang terintegrasi juga sangat diharapkan. Tidak hanya dengan kepolisian namun dengan Basarnas, PU, BPBD, Kesehatan/Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran.

 

4.Jalur Wisata

a. Dishub Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan Kepolisian sepakat memberlakukan jalur 1 arah bila terjadi kepadatan kendaraan. 

b. Memiliki kesamaan penilaian untuk menentukan adanya peningkatan arus pergerakan lalu lintas jalan raya.

c. Menyiapkan rambu-rambu tambahan berupa traffic cone, water barrier untuk kanalisasi dan pengalihan arus.

d. Menyiagakan petugas di area-area rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

 

5. Mengingat adanya perubahan cuaca ekstrim

a. Menyiagakan sarana dan prasarana untuk kemudahan mengatasi dampak bencana.

b. Secara terpadu penanganan lebih cepat.

c. Perlu jaringan komunikasi terpadu semua instansi terkait.

 

6.Penerapan Protokol Kesehatan

a. Masing-masing mempersiapkan Masker untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat.

b. Sosialisasi terus menerus tidak berhenti 3M + 1T.

c. Pada Rest Area menyiagakan pemeriksaan Rapid/Swab secara random kepada pengunjung yg tidak taat Prokes.

d. Berkoordinasi secara aktif dengan petugas untuk menekan angka penyebaran covid-19 dengan memberikan informasi pada tempat yang ditentukan rest area (Pos Pam, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu). 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait