#Mudik#Ramadan

Polantas Pelaku Pungli Saat Larangan Mudik Terancam Dipecat

( kata)
Polantas Pelaku Pungli Saat Larangan Mudik Terancam Dipecat
Foto udara petugas gabungan dari Polisi dan Dinas Perhubungan berjaga saat penyekatan pemudik di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2020. Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

Jakarta (Lampost.co) -- Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo menyebut pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 untuk larangan mudik Lebaran diawasi ketat Pengamanan (Pam) Internal Polri. Untuk itu, dia memastikan tidak ada polisi lalu lintas (polantas) yang menerima uang dari pemudik guna lolos dari pos pengamanan.
 
Ketika menemukan praktik pungutan liar (pungli) oleh polantas, masyarakat diminta mendokumentasikannya. Rekaman itu akan menjadi bukti bila polantas yang bersangkutan telah mencoreng nama institusinya.
 
"Apabila teman-teman menemukan anggota kami main mata dengan para pemudik, tolong dilaporkan, kalau perlu videokan," kata Sambodo dalam diskusi virtual, Kamis, 7 Mei 2020.

Sambodo tidak segan memecat polantas yang menerima pungli di tengah kondisi genting menghadapi virus korona (covid-19). "Saya komandannya saja begadang terus di Cikarang kalian anak buah main-main, saya pecat sekalian," tegas dia.

Pemerintah melarang masyarakat mudik Lebaran 2020. Hal itu diatur Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idulfitri 1441 H dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 (Virus Korona).
 
Untuk menertibkan larangan mudik ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, kepolisian, dan otoritas terkait menetapkan titik khusus tempat pengecekan (check point) kendaraan yang masih ke luar kota. Lokasi ini berada di jalur mudik di sekitar Jakarta.
 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar