#perampokan#pencurian

PNS Lampung Tengah dan Lima Pelaku yang Rampas Truk dan Ancam Sopir Dibekuk

PNS Lampung Tengah dan Lima Pelaku yang Rampas Truk dan Ancam Sopir Dibekuk
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka perampas truk, Rabu, 8 Desember 2021. (Lampost.co/Zainuddin)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Enam pelaku yang melakukan perampasan truk dan mengancam sopir dengan berbagai modus dibekuk anggota Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah dan Polres Lampung Selatan. Dari enam pelaku tersebut, satu orang diantaranya PNS Satpol PP Lampung Tengah. 

Keenam pelaku tersebut memiliki perannya masing-masing. Adapun peran keenam pelaku tersebut yakni K (47) sopir, warga Gunungsugih, Lampung Tengah, yang merencanakan dan mengikat korban dengan lakban dan mengancam korban dengan senjata tajam. Kemudian, SA (41), PNS Satpol PP Lampung Tengah, warga Anaktuha, Lampung Tengah. Ia mencari korban, menjemput, mengancam, dan mengikat korban.

Selanjutnya, JH (63) Warga Kedaton, Bandar Lampung, berperan menentukan lokasi dan membawa kabur truk dari lokasi pencurian. Kemudian, AA (60), warga Anaktuha, Lampung Tengah, berperan sebagai penghubung pembeli truk, dan menentukan tempat transaksi. Kemudian, A (38), warga Tanjungsari, Lampung Selatan, selaku penadah truk curian dan dijual kembali ke seorang pembeli berinisial M, yang berstatus DPO. Terakhir, KT (46), warga Tanjungseneng, merupakan penghubung antar komplotan pencuri dengan pembeli.

"Tim Gabungan Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, dan Lampung Tengah, menangkap pelaku S, kemudian tim gabungan menangkap pelaku lainnya, di tempat terpisah," ujar Wadirreskrimum Polda Lampung AKBP Hamid Amri Soemantri, Rabu, 8 Desember 2021. 

Baca juga: Dua Oknum Polisi Perampas Truk Ditahan

Menurutnya, dari tangan pelaku, ditemukan barang bukti berupa satu unit motor Supra X 125, tiga bilah pisau, dua HP, satu lakban, dan uang Rp300 ribu, sisa hasil penjualan. Modus komplotan tersebut yakni memesan truk terlebih dahulu dengan korban bernama Agung. Saat korban membawa muatan pasir, ternyata pelaku lainnya sudah menunggu di perjalanan. 

"Usai dipukul dianiaya, dan diancam, mata korban diikat lakban, lalu korban ditinggalkan di sawitan, Natar," katanya.

Hamid menambahkan para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara, sedangkan penadah diancam dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait