donordarahbertato

PMI Pringsewu Tak Larang Orang Bertato Melakukan Donor Darah

PMI Pringsewu Tak Larang Orang Bertato Melakukan Donor Darah
Sekretaris PMI pringswu saat meninjau pelaksanaan donor darah yang di gelar Pramuka. Dok


Pringsewu (Lampost.co) --   Sekretaris PMI Pringsewu Agus Tri Wahyudi, mengatakan pihaknya tak pernah melarang orang bertato untuk melakukan donor darah. Menurutnya, hal yang terenting adalah orang yang hendak mendonor dalam kondisi sehat. 

Menurutnya, setiap akan berdonor, seseorang akan diperiksa kesehatannya, jika memang sesuai orang diperbolehkan mendonor, dan setelah itu darah yang di donorkan nantinya juga bakal diperiksa dan disterilkan.

"Jadi orang bertato ya gak pa-pa mau donor," ungkap Agus Tri Wahyudi pada pelaksanaan donor darah yang digelar di Hotel Urban adalah dalam rangkaian Hari Pramuka ke-59 tahun 2020.

Sebelumnya, salah satu tim unit tranfusi darah (UTD) Kabupaten Pringsewu, Tri Admojo menyampaikan bahwa masyarakat yang memiliki tato permanen dilarang mendonorkan darahnya. Hal itu karena dikhawatirkan akan menularkan penyakit pada pelaksanaan donor darah dalam rangka HUT Pramuka ke-59 yang digelar oleh Kwarcab Pringsewu di Hotel Urban, Rabu, 12 Agustus 2020. 

Menurut Tri Atmojo, sebelum pendonor darah akan melakukan diambil darahnya diawali dengan mengisi beberapa pertanyaan diantaranya soal apakah memiliki tato permanen atau tidak, atau tindik telinga, atau bagian tubuh lain.

Jika jawabnya memiliki tato permanen maka otomatis tidak bisa donor. Sebab kata dia calon pendonor dengan memiliki tato permanen di khawatirkan akan menularkan penyakit seperti HIV dan penyakit lainnya.

Pada agenda tersebut,  Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pringsewu H. Fauzi yang juga wakil bupati Pringsewu mengatakan kegiatan ini merupakan program kwartir nasional (kwarnas) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, begitu pula di wilayah Kwarcab Pramuka Pringsewu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan darah guna mengatasi berkurangnya stok darah bagi yang membutuhkan.

"Kita harapkan semua elemen untuk berkontribusi bersedekah melalui donor darah, karena saat ini, ditengah pandemi covid-19, jadi darah banyak dibutuhkan, maka kita sebagai pramuka harus berkontribusi, dan setetes darah bermanfaat bagi keselamatan orang lain," imbuhnya. 

Pantauan di lapangan terdapat seorang warga yang ditolak saat akan berdonor lantaran memiliki tato ditanganya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait