#pln#asettanah

PLN Sinergi Amankan 457 Persil Tanah di Lampung

PLN Sinergi Amankan 457 Persil Tanah di Lampung
PLN berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengamankan 457 sertifikat tanah di Lampung sepanjang 2021. Dok PLN


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PLN berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengamankan 457 sertifikat tanah di Lampung sepanjang 2021. Dengan demikian, total terdapat 1.218 sertifikat di Lampung sejak 2020. 

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Lampung, Yuniar Hikmat Ginanjar kepada Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, disaksikan Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango dan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, saat rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintegrasi, di Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 20 April 2021.

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengaku bersyukur dan mengapresiasi dukungan dari KPK, ATR/BPN dan Pemerintah Daerah dalam perbaikan tata kelola aset PLN sehingga dapat berjalan dengan baik. 

Menurutnya, PLN memiliki 93 ribu persil aset tanah dengan nilai sekitar Rp160 triliun. Dengan dukungan dari Kementerian ATR/BPN dan KPK, 20 ribu persil aset PLN telah disertifikasi pada 2020 lalu. Jumlah itu menambah total aset yang tersertifikasi menjadi 48 ribu persil atau ekuivalen sebesar 45%. 

“Pada 2021 ini, PLN menargetkan 27 ribu persil dapat tersertifikasi untuk mencapai target persentase sebanyak 70%. Langkah ini untuk mencapai hasil akhir sertifikasi aset sebanyak 100% yang ditargetkan selesai pada 2023,” jelas Darmawan. 

Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango, menjelaskan aspek pencegahan lebih utama dari pada penindakan korupsi. Untuk itu, koordinasi, monitoring dan supervisi KPK menjadi penting dilakukan. 

“Pengelolaan aset menjadi penting bagi KPK karena ini ruang sisi lahirnya perilaku koruptif. Di samping itu juga upaya meningkatkan potensi penerimaan negara dan daerah dari pengelolaan aset yang baik,” terang Nawawi. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Lampung, Yuniar Hikmat Ginanjar, mengatakan kolaborasi yang terjalin cukup baik. Hal itu terlihat dalam penyerahan 457 sertifikat aset PLN. 

“Insyaallah kami optimis dengan sinergi dan koordinasi yang dibangun, semua aset PLN yang berbentuk tapak tower dapat diselesaikan di akhir 2021,” kata Yuniar. 

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menyatakan kegiatan ini akan menyatukan langkah semua pihak dalam pencegahan korupsi untuk mewujudkan clean and good governance. Selain itu menjadi media yang mampu memberikan masukan penting terkait desain aksi program pencegahan korupsi di lampung. 

"Berperan dalam pembangunan dan kemajuan negara di bidang ketenagalistrikan, PLN terus bertumbuh dan membutuhkan legalitas aset tanah guna terus melayani seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait