#listrik#pln-cpb#beritalampung#tambakudang#ekbis

PLN Siapkan Energi Efisien Petambak Udang

PLN Siapkan Energi Efisien Petambak Udang
Jajaran PLN dan pengusaha tambak udang dalam pertemuan di Kawung Cafe, Rabu (24/4/2019). (Foto:Lampost/Effran)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mempersiapkan pasokan daya listrik untuk 3 lokasi pertambakan udang di wilayah Tulangbawang dan OKI, Sumatera Selatan. Dukungan energi tersebut untuk kegiatan operasional budi daya udang agar memiliki biaya yang lebih efisien.

Direktur Central Pertiwi Bahari (CPB), Arman Zakaria, menjelaskan pihaknya menjajaki kerja sama dengan PLN untuk mendukung pertambakan udang di 2 lokasi daerag Tulangbawang, yaitu PT CPB dan Aruna Wijaya Sakti (Dipasena), serta 1 tambak PT Wahyu Mandira di OKI, Sumatera Selatan.
Dukungan energi dari perusahaan BUMN tersebut dinilai sangat dibutuhkan. Sebab, hingga kini 3 lokasi tersebut masih menggunakan genset sendiri dan sewa mesin. "Dengan masuknya suplai listrik dari PLN tentu akan membuat biaya operasional kami menjadi lebih efisien," kata Arman usai pertemuan dengan jajaran PLN UID Lampung di Kawung Cafe, Rabu (24/4/2019).
Menurutnya, lokasi itu membutuhkan daya yang beragam, seperti PT CPB sebesar 40MW, Dipasena yang harus menggunakan 45MW, dan PT Wahyu Mandira sebesar 30MW. Energi tersebut untuk mencukupi kebutuhan penerangan rumah tangga dan operasional perusahaan. Sebab, kegiatan bisnisnya yang menggunakan kincir harus selalu teraliri listik.

Sementara itu, General Manager PLN UID Lampung, Pandapotan Manurung, mengatakan pihaknya tengah bersiap untuk memasok kebutuhan listrik di 3 lokasi tambak udang hingga 45MW. Suplai energi itu dalam membantu efisien biaya operasional tambak. 
"Dengan begitu harga bisa lebih efesien dan lebih menggerakkan ekonomi daerah. Bagi PLN juga akan mengangkat energi listrik menjadi lebih andal," ujar dia. 

Menurutnya, dukungan energi dari PLN tersebut sudah mulai berproses dengan pembangunan transmisi, tower, dan pembebasan lahan. Diperkirakan, akhir Mei dan Juni daya listrik sudah mulai beroperasi di kawasan pertambakan itu. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait