pilkadaKPU

Pleno Hasil Penghitungan Suara Pilkada Lamsel Ditunda

Pleno Hasil Penghitungan Suara Pilkada Lamsel Ditunda
suasana proses rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara ditingkat kabupaten pada Pilkada Lamsel 2020 di Negeri Baru Resort Kalianda, Senin (14/12/2020). Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten pada Pilkada Lampung Selatan 2020 di Aula Negeri Baru Resort Kalianda, Senin, 14 Desember 2020, ditunda. Penundaan ini atas permintaan dari para saksi dengan alasan larut malam.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, rapat pleno yang dihadiri dua perwakilan Bawaslu Lamsel, dua saksi masing-masing pasangan calon dan seluruh Ketua dan Anggota PPK se-Lamsel. Hingga kini proses rekapitulasi masih berlangsung.

Bahkan, pelaksanaan rapat pleno yang digelar mulai pukul 13.30 itu dikawal ketat oleh sejumlah anggota kepolisian dan TNI. Bukan hanya itu, setiap tamu undangan wajib dicek suhu dan memakai handsanitizer. Kemudian, satu persatu tamu undangan diperiksa terhadap barang-barang yang dibawa masuk kedalam ruangan.

Didalam rapat pleno terbuka itu, Ketua dan anggota PPK se-Lamsel membacakan hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara ditingkat Kecamatan. Namun, baru empat Kecamatan yang selesai membacakan hasil tersebut, yakni Kecamatan Penengahan, Rajabasa, Bakauheni, dan Sragi.

Dari empat kecamatan tersebut, hampir seluruhnya masih ada ditemukan kesalahan dalam menginput data pada Model D.Hasil Kecamatan-KWK. Adapun kesalahannya seperti penulisan jumlah surat suara yang tidak terpakai, jumlah daftar pemilih (DPT) atau penempatan jumlah DPT Laki-laki dan Perempuan.

Anggota Bawaslu Lamsel, Iwan Hidayat mengatakan pihaknya meminta kepada PPK yang alami kesalahan dalam input data supaya dapat menjelaskan dan membuktikan bahwa memang ada kesalahan teknis dalam penginputan data.

"Kalau memang salah input ya harus ada pertanggungjawabannya. Apa buktinya dan dasarnya apa. Kalaupun memang terbukti salah input segera diperbaiki dan membubuhkan tandatangan PPK di D.Hasil Kecamatan-KWK, baik itu punya Bawaslu maupun para saksi," kata dia dalam rapat itu.

Iwan mengatakan keempat kecamatan yang telah membacakan hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat Kecamatan dijumpai kesalahan input data di beberapa TPS. Untuk itu, pihaknya berharap semua PPK se-Lamsel yang akan membacakan hasil supaya dapat menjelaskan dengan konkrit kronologis kesalahannya.

"Pleno hari ini baru empat desa yang sudah membacakan hasil penghitungan suara ditingkat Kecamatan. Masih ada 12 Kecamatan yang belum dan akan kembali digelar pada Selasa, 15 Desember 2020," kata dia.

Sementara itu, Komisioner KPU Lamsel Mislamudin mengatakan pihaknya belum bisa berkomentar terkait hasil rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tersebut. Sebab, perubahan data masih saja bisa terjadi saat rekapitulasi di tingkat kabupaten.

"Belum tahu hasilnya seperti apa. Namun, untuk partisipasi masyarakat terhadap Pilkada Lamsel 2020 ini ada 64,9 persen. Angka ini belum bisa acuan karena data ini berasal dari hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Tunggu pleno besok digelar kembali," kata dia.

Diketahui, untuk perolehan suara sementara yang dihimpun dalam laman https://pilkada2020.kpu.go.id/#/pkwkk/tungsura/1801 paslon nomor urut satu Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewansa meraih 151.014 suara atau 36,3 persen, paslon nomor urut dua TEC-Antoni Imam 138.326 suara atau 33,2 persen dan paslon nomor urut tiga Hipni-Melin Haryani Wiajaya 126.932 suara atau 30,5 persen.

Namun, hingga saat ini data yang masuk baru berasal 1.814 TPS dari jumlah seluruh TPS di Lamsel 1.925 TPS. Artinya, progres data perolehan suara baru masuk 94,23 persen.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait