#budaya#seni#KuntauSemende

PKPS Desa Bangunan Lestarikan Budaya Kesenian Kuntau Semende

( kata)
PKPS Desa Bangunan Lestarikan Budaya Kesenian Kuntau Semende
Kesenian Tradisional Bela Diri Kuntau Semende saaat tampil dalam resepsi pernikahan di Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Minggu (26/1/2020). Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Persatuan Kuntau Putra Semende (PKPS) Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terus melestarikan budaya kesenian bela diri kuntau semende. Hal itu dilakukan agar kesenian tradisional tersebut dapat dikenal dan berkembang. 

Ketua PKPS Desa Bangunan, Abdurrahman Saleh mengatakan ia bersama dua orang pelatih kesenian bela diri kuntau semende dengan gigih memberikan pelatihan kepada generasi muda. Dengan begitu warisan leluhur suku Semende itu dapat terus dilestarikan agar tidak dilupakan oleh generasi muda. 

"Kesenian bela diri kuntau selama ini nyaris punah. Untuk itu, saya bersama dua orang yakni Asyabar Haki dan Adi Putra memberikan pelatihan kuntau kepada pelajar SD hingga MA untuk melestarikan Kuntau sebagai kesenian tradisional suku Semende," kata dia, Minggu (26/1/2020).

Dia mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendidik sebanyak 50 orang pemuda pemudi yang tersebar di wilayah Kecamatan Palas. Ia berharap kesenian bela diri kuntau semende ini dapat dilestarikan dan dikenal semua lapisan masyarakat. 

"Alhamdulillah, saat ini kesenian kuntau semende sering tampil pada acara haul Radin Intan, arak-arakan pada resepsi pernikahan atau khitanan. Bahkan, pernah tampil dalam penyambutan anggota DPR RI Zulkifki Anwar dan Event setara nasional festival budaya menara siger. Dan yang paling membanggakan kami berhasil menyelenggarakan Pertunjukan Tunggal Pertama Kuntau Semende tingkat Kabupaten Lamsel," kata dia. 

Salah satu pelatih Kesenian Kuntau Semende, Asyabar Haki mengatakan PKPS ini di dirikan pada 1993 silam dan sempat fakum selama 11 tahun, kemudian diaktifkan kembali pada 2014. Kini keseni lan beladiri tersebut sudah mulai dilirik masyarakat.

"Pada 1993 itu ayah saya Alm Anwar rasyid
sebagai guru besar kesenian kuntau semende. Alhamdulillah, kami berinisiatif untuk diaktifkan kembali dan elama empat tahun terakhir sudah mulai dikenal oleh masyarakat Palas karena kerap dipentaskan di acara –acara penting dan acara resepsi," kata dia. SYA

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar