#pkl#pemkot

PKL di Jalan Bukit Tinggi Pasar Bambu Kuning Kekeh Gelar Lapak

PKL di Jalan Bukit Tinggi Pasar Bambu Kuning Kekeh Gelar Lapak
Suasana lapak pedagang kaki lima di jalan Bukit Tinggi, Bandar Lampung. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Beberapa lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Bukit Tinggi, Pasar Bambu Kuning, Kota Bandar Lampung masih bertahan menggelar dagangannya. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menertibkan kawasan tersebut pekan lalu.

Sementara pedagang yang lebih memilih tutup mereka mengabarkan kondisi tersebut melalui kertas-kertas yang ditempelkan dengan tulisan “Tutup Sementara” hingga “Tolak Penggusuran PPKLBK." PPKLBK merupakan singkatan dari Persatuan Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning.

Pantauan Lampost.co, Senin, 29 November 2021, di sekitar lapak tidak terihat adanya penjagaan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) maupun personel gabungan lainnya. 

Baca: Diadang Pedagang, Relokasi PKL Bambu Kuning Ditunda

 

Salah satu pedagang yang masih membuka lapaknya, David mengatakan, para pemilik lapak sempat menggelar aksi penolakan penggusuran setelah koordinasi dengan Pemkot tidak membuahkan hasil. 

Ia mengatakan, sepinya pembeli menjadi salah satu alasan mengapa para pedagang tak mau pindah ke lokasi yang telah disediakan Pemkot. 

“Kami di sini sudah tujuh tahun. Ini pintu rezeki kami. Kalau diminta pindah, kami belum bersedia karena di dalam masih sepi pembeli. Apalagi keadaan masih pandemi seperti saat ini,” katanya, Senin, 29 November 2021. 

Atas alasan itu, David bersama beberapa pedagang lainnya nekat untuk kekeh membuka lapak di sekitar Jalan Bukit Tinggi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan,  penertiban dan pemindahan PKLBK merupakan program Pemkot untuk memperindah kota. Meskipun begitu, pihaknya tetap memberikan solusi kepada para pedagang dengan menempati gedung Pasar Bambu Kuning di lantai dua dan tiga.

"Kami mau mereka (PKL) menyadari bahwa kegiatan berdagang di Jalan Bukit Tinggi menyalahi aturan dengan membangun kios diatas trotoar dan saluran drainase,” ujarnya.

Wilson mengatakan, Pemkot telah telah berkoordinasi dengan pengembang Pasar Bambu Kuning dan telah disediakan tempat.  Mengenai sarana serta prasarana, akan menyusul sama seperti di pasar SMEP sebelumnya. 

"Di gedung Bambu Kuning itu dari dua lantai jumlah total lapak dan kios yang tersedia sekitar 100 unit. Nanti setelah di tempati pun sesuai perintah Wali kota akan diberi keringanan sewa tempat tiga bulan pertama digratiskan, agar antusiasme pedagang untuk pindah itu ada,” katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait