#pasarsmep#pemkotbandarlampung

PKL Bambu Kuning Menolak Direlokasi

PKL Bambu Kuning Menolak Direlokasi
Demo pedagang kali lima (PKL) yang berada di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, menolak untuk direlokasi ke dalam gedung pasar Bambu Kuning. Lampost.co/Deta


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang kali lima (PKL) yang berada di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, menolak untuk direlokasi ke dalam gedung pasar Bambu Kuning. 

Terdapat sekitar 70 PKL yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima Bandar Lampung, menggelar aksi penolakan di jalan Bukit Tinggi. Mereka menuntut Pemkot untuk tidak lakukan penertiban relokasi PKL.

"Kami menolak untuk direlokasi karena di dalam gedung pasar Bambu Kuning tidak ramai pembeli dan kondisi bangunan yang dinilai kurang untuk aktifitas kegiatan dagang," ujar David seorang pedagang sandal, Rabu, 17 November 2021.  

Sebelumnya seluruh pedagang itu telah berkoordinasi dengan Pemkot, agar kegiatan relokasi di undur. Namun, hal tersebut tidak menjadi kesepakatan bersama antara Pemkot dan PKL. 

Kemudian pihak PKL menginginkan adanya solusi selain relokasi, yaitu peremajaan kios dagangan. Sebab, keberadaan mereka di lokasi itu cukup lama dan menjadi tempat satu-satunya mengais rejeki.  

"Awalnya tujuh tahun lalu kami yang nunggak sewa lapak lebih dari dua bulan sama pengembang lapaknya di gembok, jika tidak segera dilunasi maka akan di oper ke yang mampu sewa," katanya.  

Menjawab hal itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan tindakan ini sebagai program Pemkot untuk memperindah kota. Namun, tetap dengan memberikan solusi kepada para pedagang agar kembali menempati gedung pasar bambu kuning di lantai dua dan tiga.

"Kami ingin mereka (PKL) sadar juga apa yang dilakukan selama ini menyalahi aturan. Dengan membangun kios di atas trotoar dan saluran drainase. Setelah lebih dari 10 tahun ini Pemerintah memberikan toleransi, mungkin saat ini Pemerintah mencoba menata kembali, sesuai program menata dan memperindah Bandar Lampung," ujar Wilson. 

Sebagai gantinya, Pemkot menyediakan tempat hasil Koordinasi dengan pengembang pasar Bambu Kuning dan perihal sarana serta prasarana akan menyusul sama seperti di pasar Smep sebelumnya. 

"InsyaAllah kami juga akan mencari solusi supaya kejadian tujuh tahun lalu tidak terulang kembali (pedagang sepi pembeli). Di bambu kuning itu dari dua lantai jumlah total lapak dan kios yang tersedia sekitar 100. Nanti setelah di tempati pun sesuai perintah Wali kota akan diberi keringanan sewa tempat tiga bulan pertama di gratiskan, agar ada antusias pedagang untuk pindah," ungkapnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait