#pkk#pengelolaansampah

PKK Metro Edukasi Masyarakat dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga

PKK Metro Edukasi Masyarakat dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga
Ketua TP PKK Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi di sela Jambore kader PKK tingkat Kota Metro di Sumbersari Bantul, Jumat, 21 Oktober 2022. (Foto:Lampost/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co)--Tim Penggerak PKK Kota Metro mengedukasi masyarakat dalam mengurangi jumlah sampah rumah tangga dan mendaur ulang.

Ketua TP PKK Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan, selain memberikan pembelajaran untuk mengkolektif bank sampah ditingkat kelurahan. Pihaknya kini menargetkan masyarakat bisa mendaur ulang sampah rumah tangga agar bisa bermanfaat.

"Memang, tujuan utama itu mengurangi masuknya sampah ke TPAS Karangrejo. Tapi, yang kami tekankan adalah peningkatan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga," kata dia saat Jambore kader PKK tingkat Kota Metro di Sumbersari Bantul, Jumat, 21 Oktober 2022.

Dia menambahkan, selain mengelola sampah, Jambore ini juga merupakan ajang silaturahmi agar para kader bisa memahami teori dan dasar hukum PKK.

"Banyak yang sudah PKK lakukan, terlebih dalam mendukung pembangunan Kota Metro. Kita selalu bersinergi dengan seluruh aspek dan elemen agar terciptanya masyarakat yang cerdas," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Silfia yang juga seorang dokter mengimbau masyarakat untuk berhenti sementara mengonsumsi obat cair yang mengandung Paracetamol sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami pada dasarnya tetap mematuhi aturan yang ada. Bahkan, PKK juga akan mengimbau masyarakat berhenti mengonsumsi obat yang sedang diteliti saat ini," kata dia.

Dengan begitu, pihaknya juga membantu untuk menyosialisasikan dan mengedukasi kepada ibu-ibu rumah tangga agar informasi ini tersampaikan dengan baik.

"Memang ada beberapa jenis. Sehingga saat ini Dinas Kesehatan telah membuat surat edaran yang akan disebarkan ke apotek dan dokter praktek. PKK akan membantu dalam pemberdayaan dan kejadian gagal ginjal akut itu ternyata ada peningkatan sesuai data Kementerian Kesehatan, maka PKK tidak akan tinggal diam," pungkasnya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait