#beritalampung#beritalampungterkini#stunting#penangananstunting

PKK Lampung Apresiasi Pengendalian Stunting di Metro

PKK Lampung Apresiasi Pengendalian <i>Stunting</i> di Metro
Tim Penggerak PKK Lampung mengunjungi Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat, Kamis, 13 Oktober 2022. Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Riana Sari mengapresiasi langkah Pemkot Metro dalam pengentasan stunting. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerinthan Kota (Pemkot) Metro melakukan konvergensi dalam pengendalian dan penanganan stunting. Semua pihak dilibatkan untuk menurunkan angka kasus.

Pengendalian kasus stunting yang dilakukan Pemkot Metro mendapat apresiasi Tim Penggerak PKK Lampung. Hal tersebut diutarakan Ketua PKK Lampung, Riana Sari dalam kunjungan kerja di Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat, Kamis, 13 Oktober 2022.

Menurut dia, perlunya konvergensi antarinstansi dalam mencegah dan penanganan stunting. "Pemerintah Pusat telah berupaya menurunkan angka stunting. Untuk targetnya pada 2024 Indonesia bisa terbebas dari stunting," katanya.

Baca juga: Puskesmas di Natar Periksa Rutin IPAL Antisipasi Limbah Medis Mencemari Lingkungan 

Dia menjelaskan untuk peran dan kiprah PKK baik di tingkat provinsi maupun kabupeten/kota adalah untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan. Penerapan penanganan stunting sudah berjalan dengan baik atau belum.

"Dari sini kita juga melihat, kami akan padukan antara kabupeten/kota lain dan di Metro ini juga banyak program wali kota yang bisa bersinergi dalam program penanganan stunting PKK Lampung," ujarnya.

Dia menyebut Metro sudah baik dibandingkan kabupaten kota lain dalam menekan terjadinya kasus stunting. Meskipun di daerah lain saat ini dalam keadaan naik.

"Itu menjadi tugas dan perhatian kami. Untuk menangani kasus stunting PKK tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus dengan kekompakan bersama," katanya.

Sementara itu, untuk saran dan upaya dalam penanganan stunting ini, Riana Sari menyarankan perlunya sinergitas antar-OPD untuk mengeroyok bagaimana stunting itu bisa menurun.

"Seperti membuat program di mana pernikahan harus diawasi ketat, pranikah, dan lainnya. Itu semua berkaitan dengan kasus stunting. Perkawinan diawali dengan pasangan yang sehat, dari situ bisa juga setelah berkeluarga harus memiliki asupan gizi yang sesuai dan pola asuhnya juga. Akhirnya bisa menciptakan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia itu tadi," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan saat ini pihaknya telah meminta OPD terkait untuk sama-sama bersinergi menangani stunting.

"Kami minta semua untuk mengeroyok, mulai dari pendidikan, dan semua upaya luar biasa. Metro dalam upaya monitoring dan telah menunjukkan konvergensi yang dimulai dari TK yang telah dididik dengan baik," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk sasaran penurunan di Metro telah menargetkan 570 balita. Namun, untuk realisasi Pemkot Metro telah menekan terjadinya kasus stunting.  "Hingga saat ini 49 balita atau 8,5 persen. Untuk 2021 terjadi 19,8 persen atau 70 balita penderita stunting," ujarnya.

"Metro ini kota kecil dengan penduduk yang bisa diakomodasi, kenapa tidak bisa. Itu pasti bisa, tapi tetap harus dibantu semua pihak untuk menciptakan Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang)," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait