#korupsi

Pj Kades Sinarmuncak Tanggamus Divonis 18 Bulan Penjara

Pj Kades Sinarmuncak Tanggamus Divonis 18 Bulan Penjara
Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampsot.co) -- Penjabat Kepala Pekon (desa) Sinarmuncak, Tanggamus, Johan (52), divonis satu tahun dan enam bulan penjara dalam sidang agenda putusan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 19 Oktober 2022.

Warga Pulau Panggung, Tanggamus itu dinyatakan melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara," ujar Ketua Majelis Hakim, Efiyanto, saat membacakan putusan.

Johan juga diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Selain itu, terdakwa juga harus membayar uang pengganti kerugian negara Rp134,9 juta. Sementara ini, terdakwa telah mengembalikan uang ke penyidik Rp9,9 juta. Apabila sebulan setelah incraht tidak dibayar, harta benda terdakwa akan disita dan bila tidak mencukupi diganti dengan pidana kurungan.

Putusan itu diberikan atas pertimbangan perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian negara, tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas Tipikor, dan terdakwa menikmati hasil korupsi tersebut.

"Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, belum pernah dihukum, dan mengakui perbuatannya," kata hakim.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntutnya dua tahun penjara. Atas vonis tersebut, jaksa dan terdakwa masih pikir-pikir.

Untuk diketahui, perbuatan terdakwa bermula saat Pekon Sinarmuncak memiliki APBDes Rp1,146 miliar. Namun, realisasi belanja desa yang dilakukan terdakwa ternyata tidak sesuai hingga merugikan negara Rp144, 8 juta.

Realisasi anggaran yang digunakan Johan untuk pembelian kipas angin, kursi, pakaian dinas, pembelian laptop, insentif guru PAUD dan kegiatan lainnya, serta pajak yang belum disetorkan. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait