#Covid-19lampung#ppkmdarurat

Pintu Masuk Lampung Dijaga Ketat, Ratusan Kendaraan Putar Balik

Pintu Masuk Lampung Dijaga Ketat, Ratusan Kendaraan Putar Balik
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung bersama tim terpadu melakukan pemeriksaan kendaraan yang keluar masuk Lampung. Dok BPTD Bengkulu-Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memastikan pelaku perjalanan darat yang masuk Provinsi Lampung diperiksa ketat, dan mematuhi persyaratan perjalanan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ada ribuan kendaraan yang diperiksa, dan ratusan yang dipaksa putar balik.

Sampai saat ini petugas sudah memeriksa ribuan kendaraan di posko checkpoint dengan rincian 329 motor, 3.809 mobil pribadi, 380 bus, dan 14.425 mobil barang. Sementara kendaraan yang diminta putar balik karena tidak memenuhi syarat yakni 158 motor, 481 mobil pribadi, dan 121 bus.

Sementara khusus di KM20 Ruas Bakauheni-Terbanggi petugas menyiapkan rapid test gratis khusus sopir dan kenek kendaraan truk serta kendaraan logistik. Apabila ada ada yang positif maka diputar balik atau pengemudi menghubungi pengusaha/keluarga untuk menggantikan pengemudi. Dari tinjauan tersebut diketahui jumlah positif 35 orang sampai dengan Rabu, 14 juli 2021.

Plh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Arif Muljanto mengatakan bahwa pihaknya bersama TNI/Polri melakukan pengawasan ketat kepada pelaku perjalanan yang masuk di Lampung. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanan pejalanan orang dalam negeri dengan transportasi darat pada masa pandemi covid-19.

"Kita melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni dan KM20 Ruas Bakauheni-Terbanggi Jalan Tol Trans Sumatera, ada puluhan kendaraan yang diminta putar balik karena tidak memenuhi syarat wajib sesuai SE 49 Tahun 2021," katanya kepada Lampost, Kamis, 15 Juli 2021.

Ia mengatakan bersama tim terpadu melakukan pemeriksaan kendaraan truk, angkutan penumpang umum, kendaraan pribadi sepeda motor dan truk logistik. Hal tersebut guna memastikan tidak ada lagi pelaku perjalanan yang lolos dari pemeriksaan persyaratan perjalanan transportasi darat dalam negeri yang diamanatkan oleh Menteri Perhubungan. Operasi ini mulai 2 Juli 2021 sampai 20 Juli 2021.

"Tim terpadu lakukan pemeriksaan secara ketat terhadap para pelaku pengguna jasa penyeberangan lintas Bakauheni-Merak yang bertujuan untuk menekan penyebar luasan penularan covid-19," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian bila tidak terlalu urgen. Kemudian bagi kepada pelaku perjalanan yang hendak menyebrang wajib dan harus memenuhi peryaratan PPKM darurat covid 19 yakni wajib menunjukan  serifikat vaksin minimal tahap I, rapid tes antigen negatif. Bila tidak bisa menunjukan syarat tersebut diatas diputar balik.

"Tim terpadu juga melakukan Random Rechek yang sama bagi penumpang yang turun maupun naik kapal sehingga masyarakat pekaku perjalanan pengguna jasa penyeberangan merasa yakin bahwa tidak ada yang bisa lolos tanpa memenuhi peryaratan yang sudah di tentukan oleh pemerintah selama masa PPKM darurat di tetapkan," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait