#TELUR#LAMPUNG

Pinsar Lampung Menilai Pemerintah Berhasil Menekan Lonjakan Harga Telur

Pinsar Lampung Menilai Pemerintah Berhasil Menekan Lonjakan Harga Telur
Pedagang telur ayam di pasar Cimeng sedang melayani pembeli. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung menilai bahwa kondisi penurunan harga telur yang terjadi saat ini, tidak terlepas dari upaya pemerintah menekan lonjakan harga.

Ketua (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Lampung, Jenny Soelistiani mengatakan, penyebab utama turunnya harga telur di tengah kenaikan harga BBM, pihaknya belum bisa memastikan.

"Kebetulan habis bansos ketika itu harganya melonjak lalu sudah kembali normal, kemudian pemerintah juga ada operasi pasar tapi harganya sudah turun dan kebetulan BBM naik," ujarnya, Senin, 19 September 2022.

Menurutnya, kondisi harga telur saat ini harusnya dapat disyukuri oleh masyarakat dan ke depannya juga Pinsar Lampung akan terus memantau perkembangan harga telur.

"Yang jelas pemerintah sudah berhasil menurunkan harga telur, ya udah syukuri saja harga telur sudah melandai. Selanjutnya akan terus dilihat perkembangan harga telur ini apakah akan turun drastis atau tidak," kata dia.

Sebab, kata Jenny, para peternak telur juga merasa khawatir apabila nantinya harga telur akan terus turun atau bahkan anjlok di tengah biaya distribusi yang kian melonjak.

Situasi ini pun telah dibahas oleh pihaknya bersama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), untuk mengantisipasi terjadinya penurunan harga secara drastis yang dapat merugikan peternak telur.

"Yang jelas peternak khawatir jika harga turun drastis, BBM naik bukannya harga ini bisa dipertahankan malah terjadi penurunan. Bapanas juga nanti akan berusaha memperbaiki ekosistem sehingga harga telur lebih stabil, program-progam dari Kemensos akan dievaluasi," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait