#BERITALAMPUNGUTARA#PILKADES

Pilkades Serentak akan Digelar di 143 Desa Lampura

Pilkades Serentak akan Digelar di 143 Desa Lampura
Kepala DPMD Lampura dan jajaran menyiapkan tahapan pilkades serentak di Lampura di kantor DPMD Lampura, Kamis, 4 Maret 2021. (Foto:Lampost.co/Fajar Nofitra)


Kotabumi (Lampost)--  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lampung Utara, Wahab, mengatakan sebanyak 143 desa akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Tahun 2021 pada 2 Juni 2021. Tahapan dimulai dengan pembentukan panitia pemilihan kepala desa. Perinciannya, 32 desa dijabat oleh pejabat sementara dan sisanya 111 desa oleh pejabat definitif. 

"Tiga diantara desa dijabat oleh penjabat (PJ) adalah mereka yang habis masa jabatannya pada akhir tahun ini, tapi mengundurkan diri, "kata dia di kantor DPMD setempat, Kamis, 4 Maret 2021.

Kabid Pemdes DPMD Lampura, R Habibi menambahkan pelaksanaan pilkades serentak ditetapkan melalui Keputusan Bupati Budi Utomo bernomor: B/146/25-LU/2021 tentang jadwal dan tahapan pilkades serentak Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.

"Tiga desa yang kadesnya mengundurkan diri adalah Talangjembatan, Kecamatan Abung Kunang;  Gunung Besar, Kecamatan Abung Tengah; Karya Sakti, Kecamatan Abung Surakarta,"ujarnya. 

Habibi mengungkapkan pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp1,2 miliar lebih. Ia menyatakan jumlah anggaran itu turun dari anggaran sebelumnya maupun kabupaten lain. Misal, di Tanggamus ada 48 pekon yang menganggarkan sebesar Rp48 miliar lebih.

"Dan sebelumnya di Tahun 2017, ada 98 desa memakan anggaran sebesar Rp1,6 miliar lebih. Jadi, dengan anggaran itu seoptimal mungkin dilakukan pagelaran, "terangnya.

Habibi menjelaskan anggaran itu tidak hanya digunakan untuk kepanitian di tingkat kabupaten, tetapi juga di perdesaan. Misalnya, untuk pengadaan surat suara, surat undangan, dan kotak suara. Adapun estimasinya sekitar Rp660 juta. Kini, pihaknya dalam tahap pelelangan di ULP setempat.

"Sisanya dipakai untuk ATK, adminitrasi panitia kabupaten, rapat-rapat sampai kepada pelantikan, "imbuhnya.

Di sisi lain, Kasi Administrasi, Husmala Dewi, menambahkan untuk tingkat panitia desa, anggaran diambil dari APBDes sesuai mata pilih. Perinciannya, Rp40 juta untuk mata pilih 2.000 ke bawah; Rp50 juta (2.000-4.000); Rp60 juta 4.000 ke atas. "Ini kan masa pendemi covid-19, harus memenuhi protokol kesehatan. Dalam edaran pusat, harus dianggarkan 8% dari APBDes. Harapan kami, bagi desa yang menggelar pilkades dapat menyerap anggaran optimal saat mendekati pelaksanaan," katanya.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait