Koronaviruscoronaphri

PHRI Minta Pemerintah Bantu Beban Pelaku Industri Perhotelan dan Restoran

PHRI Minta Pemerintah Bantu Beban Pelaku Industri Perhotelan dan Restoran
Ilustrasi. Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung meminta kepada pemerintah kota Bandar Lampung untuk dapat membantu meringankan beban para pelaku industri perhotelan dan restoran.

Sekretaris BPD PHRI Lampung, Friandi Indrawan mengatakan, pemkot diharapkan membebaskan biaya- biaya yang menjadi kewajiban para pelaku industri hotel ke pemda khususnya dalam masa sulit ini setidaknya 6 bulan ke depan.

"Sekiranya keringanan dari pemerintah untuk memikirkan nasib dari kami selaku pelaku industri perhotelan, yang sangat memohon agar pemerintah mau meringankan beban kami meskipun melalui kebijakan yang sewajarnya," katanya kepada lampost.co, Kamis, 9 April 2020.

Selain itu, lanjut dia, untuk nasib karyawan tergatung dari kemampuan masing-masing industri. Dimana industri memiliki kebijakan di antaranya ada yang memberikan keringanan dengan merumahkan sementara.

"Oleh sebab itu kita BPD-PHRI Lampung berjuang melalui BPP-PHRI pusat untuk mendorong ke pemerintah bisa dapat memberikan stimulus terhadap hal ini, atau wacana program kartu prakerja dapat segera digulirkan," katanya.

Menurutnya, mengingat sektor pariwisata yang dampaknya langsung terasa, karena hotel dan resto tempatnya orang berkumpul, sedangkan sekarang berkumpul atau melakukan aktivitas massal dilarang dan hal ini yang memukul industri pariwisata indonesia.

"Kami terkena imbas cukup terasa dari industri perhotelan dan resotoran. Jadi semoga saja semua dapat difikirkam dengan matang dan memfokuskan juga permasalahan sektor hotel dan resto," ujar dia.

Pihaknya berharap bencana pandemi ini semoga cepat berlalu, dan BPD-PHRI Lampung juga mengimbau kepada seluruh anggota yg masih bertahan operasi untuk menjalan SOP pencegahan COVID-19.

"Semua amggota PHRI jika terus melakukan operasional harus mengikuti SOP yang berlaku dengan menyiapkam hand sanitizer di publik area, khusus di lobby, tempat cuci tangan menggunakan sabun yang mudah dijangkau, menggunkan hand glob (sarung tangan) serta selau menggunakan masker. Lalu membersihkan handle pintu lobby dan kamar dengan desinfektan," ungkapnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait