#LAMPUNG

PHRI Menilai Pencabutan PPKM dapat Meningkatkan Okupansi Hotel

PHRI Menilai Pencabutan PPKM dapat Meningkatkan Okupansi Hotel
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai dapat meningkatkan okupansi bisnis perhotelan.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung Friandi Indrawan. Ia menyatakan bisnis perhotelan adalah komponen utama dari pariwisata khusunya di Provinsi Lampung.

"Kita tahu bahwa pariwisata adalah pergerakan manusia dari tempat asalnya ke tempat lain, bersifat sementara, dan hotel sebagai penunjang itu semua," kata dia, Senin, 02 Januari 2023.

Setelah aturan PPKM dicabut, kata dia, berarti gerakan manusia tidak lagi dibatasi, sehingga pariwisata akan normal kembali. "Bisnis hotel adalah komponen pariwisata, jika pariwisata bagus, bisnis hotel juga akan bagus," kata dia.

Maka dari itu, PHRI Lampung menyambut baik kebijakan pemerintah dengan pencabutan PPKM ini. "Ya, kami menyambut baik kebijakan pencabutan PPKM ini," kata dia.

Didi, sapaan akrabnya, mengatakan data 2022 occupation rate perhotelan di Lampung sebesar 69,95 peren, meningkat sekitar 5 sersen dibanding 2021. "Semoga 2023 bisa di atas 70 persen," kata dia.

Namun, kata dia, kendalanya, di awal 2023 cuaca yang sedang tidak baik terlebih penyeberangan Merak-Bakauheni pun sering ditutup membuat bisnis perhotelan akan berdampak seperti pada saat PPKM. "Cuaca buruk pun pasti akan berdampak," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait