#HOTEL#LAMPUNG#PPKMDARURAT

PHRI Lampung Sebut Pendapatan Hotel dan Restoran Terjun Bebas karena PPKM Darurat

PHRI Lampung Sebut Pendapatan Hotel dan Restoran Terjun Bebas karena PPKM Darurat
Salah satu hotel di Bandar Lampung yang terdampak pandemi dan pendapatannya melorot. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Pengurus Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD-PHRI) Provinsi Lampung, Friandi Indrawan mengatakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memengaruhi industri hotel, restoran dan pariwisata pada umumnya. Pihaknya sangat memaklumi hal tersebut untuk menekan angka penyebaran covid-19. Namun, ia meminta agar pelaksanaannya tidak tebang pilih. Semua komponen harus mematuhi peraturan. Bila abai, maka tidak ada gunanya kebijakan tersebut.

"Pendapatan terjun bebas, okupansi hanya bisa capai 20%," katanya di ruang kerja, Senin, 12 Juli 2021.

Sementara itu General Manager Sheraton Lampung Hotel, Benedictus Jodie mengatakan saat ini pihaknya harus berbesar hati dengan adanya penutupan ataupun penyekatan. Ia berharap kebijakan saat ini akan menjadi awal yang baik agar bisa lebih cepat menangani paparan Covid-19 di Indonesia, Lampung khususnya. 

"Pastinya punya impact yang sangat besar buat industri hotel, dimana 50% dari karyawan bekerja dari rumah," katanya.

Baca juga :Pendapatan Hotel dan Restoran di Lampung Melorot 80%

Jodie menambahkan bagi sektor esensial seperti hotel akan menjadi berat karena setiap operasional membutuhkan tim yang andal untuk pelaksanaan cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE) yang merupakan bagian tanggung jawab untuk meyakinkan tamu untuk bisa tetap nyaman tinggal bersama di hotel.

Sesuai Instruksi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Instruksi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di masa PPKM Darurat Kota Bandar Lampung, 12-20 Juli 2021, perhotelan non-penanganan karantina dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% karena masuk ke dalam sektor esensial.  Hotel/penginapan atau sejenisnya diperbolehkan menerima tamu dari luar daerah dengan menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan antigen. Untuk restoran hanya menerima delivery/take away tidak menerima makan di tempat (dine-in).

 

 

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait