#PGRI#Pendidikan

PGRI Usulkan Pembelajaran Jarak Jauh Hingga Desember

( kata)
PGRI Usulkan Pembelajaran Jarak Jauh Hingga Desember
Ilustrasi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah tidak berspekulasi di sektor pendidikan lewat wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi virus korona (covid-19). Wacana ini dinilai akan mengacam keselamatan anak.

"Belajar adalah kepentingan lanjutan yang bisa direkayasa tanpa harus berspekulasi 'mendampingkan' anak dengan covid-19. Tidak ada pola 'mendamaikan anak dengan korona' apa pun namanya," kata Ketua Pengurus Besar PGRI Dudung Nurullah Koswara dalam siaran pers yang Selasa, 26 Mei 2020.

Ia berharap pemerintah tak mengorbankan anak didik dengan kebijakan membuka kembali sekolah. Menurut dia, hal paling penting saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan anak didik.

"Tidak ada spekulasi kesehatan untuk anak didik. Penerapan prosedur kesehatan, shift belajar, mengurangi jam belajar dan segala ikhtiar di luar rumah tidak akan efektif. Anak akan berkerumun dan melintasi sejumlah ruang publik," ungkapnya.

Ia mendorong pemerintah fokus untuk perbaikan pembelajaran jarak jauh (PJJ), ketimbang membuka kelas tatap muka. Kurikulum darurat pun dinilai mendesak untuk diterbitkan.

"Saya lebih setuju anak tetap di rumah dengan pola daring yang diperbaiki. Harus ada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang lebih efektif, minimal sampai Desember," tuturnya.

Bagi Dudung, membuat anak tetap belajar dari rumah adalah keputusan yang bijak. Ia meyakini rumah masih menjadi wilayah yang paling aman bagi anak didik.

"Anak tidak harus masuk sekolah saat wabah, melainkan sekolah yang harus masuk rumah. Caranya? kurikulum darurat harus dibuatkan. Anak dibuat belajar di rumah," tegasnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...


Berita Terkait



Komentar