#pgri#nasional

PGRI Minta Anggaran Tunjangan Guru Tidak Dipangkas

( kata)
PGRI Minta Anggaran Tunjangan Guru Tidak Dipangkas
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta dengan tegas agar dalam realokasi anggaran pemerintah di bidang pendidikan tidak memotong anggaran terkait tunjangan guru. Sikap tersebut sudah disampaikan PGRI dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PGRI yang digelar secara virtual 7 April 2020 lalu.
 
"Banyak pos anggaran lain yang dapat dikurangi misalnya, Ujian Nasional, perjalanan dinas, rapat-rapat, organisasi penggerak, lomba-lomba, pembangunan, kegiatan seremonial lainnya, dan tidak memotong anggaran yang sudah seharusnya menjadi hak guru. UN toh sudah tidak ada, perjalanan dinas bisa nanti, pembangunan bisa nanti, selamatkan dulu orangnya, bukan yang lain," tegas Ketua Umum Pengurus Besar (PB PGRI). Unifah Rosyidi, di Jakarta, Selasa, 21 April 2020.
 
Bagaimanapun, kata Unifah, guru juga memiliki keluarga yang perlu dicukupi kebutuhan hidupnya, seperti biaya sekolah anak dan membayar cicilan. "Jadi PGRI memohon dengan sangat agar realokasi atau refocusing anggaran tidak untuk anggaran terkait pemenuhan hak para guru," tandas Unifah.

Sebelumnya, tercatat dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, beberapa pos yang mengalami pemangkasan yakni dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebelumnya dianggarkan Rp54 triliun, menjadi Rp53 triliun. Kemudian BOP PAUD yang sebelumnya Rp4,4 triliun menjadi Rp4 triliun.
 
Selain itu tunjangan untuk guru juga ikut dipangkas, padahal saat ini tunjangan ini dinantikan pencairannya oleh guru. Tunjangan yang dipangkas yakni, Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk PNS Daerah dari Rp53 triliun menjadi Rp50 triliun, tambahan penghasilan (Tamsil) guru PNS, dari Rp698 miliar menjadi Rp454 miliar.
 
Kemudian Tunjangan khusus guru PNS di daerah khusus, dari Rp2 triliun dipangkas menjadi Rp 1,9 triliun. Lalu Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya, dari Rp141 miliar menjadi Rp136 miliar.
 

EDITOR

Medcom

loading...


Berita Terkait



Komentar