#PetugasPajak#Palas

Petugas Pajak Desa Tanjungjaya Temukan SPPT Tak Berobjek

Petugas Pajak Desa Tanjungjaya Temukan SPPT Tak Berobjek
Petugas PBB-P2 Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat menunjukkan SPPT PBB yang tidak ada objek, Kamis 30 Juni 2022. Lampost.co/ Armansyah


Kalianda (Lampost.co)-- Petugas Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, temukan 86 lembar Surat Penagihan Pajak Terhutang (SPPT) tidak berobjek. Padahal, SPPT yang tidak berobjek tersebut sudah setiap tahun diusulkan penghapusan.

Petugas PBB-P2 Desa Tanjungjaya, Arif Sutanto mengatakan dari total keseluruhan jumlah SPPT sebanyak 1.446 lembar, ditemukan 86 lembar SPPT tak berobjek. Temuan tersebut dilaporkan ke kantor perpajakan untuk dilakukan penghapusan.

"Semua akan kami usulkan untuk penghapusan. Namun, sangat disayangkan SPPT yang sudah diusulkan itu tetap terbit setiap tahunnya," kata dia, Kamis 30 Juni 2022.

Baca Juga : Petugas Pajak Keluhkan Tagihan PBB-P2 di Desa Tidak Sinkron

Dia mencontohkan pihaknya menerima SPPT atas nama Rianto warga Rt/Rw 017/05 di Dusun Tanjungrasa dengan luas 2.500 meter persegi dan nilai tagihan sebesar Rp35 ribu. Padahal, sang pemilik hanya satu objek lahan berikut bangunan rumah.

"SPPT ini ga ada objek nya. Padahal, yang punya lahan cuma ada satu lahan. Kami berharap SPPT yang enggak ada objek pajak ini untuk dihapus," kata dia.

Dia menyayangkan setiap usulan penghapusan tidak pernah ditindaklanjuti. Justru ketika usulan perbaikan, pihak Kantor Perpajakan cepat ditindaklanjuti.

"Kami harap kalau sudah diusulkan penghapusan, tahun berikutnya seharusnya enggak terbit lagi. Tapi, kalau usulan perbaikan, prosesnya cepet ditindaklanjuti," kata dia.

Untuk realisasi, kata Arif, hingga saat ini realisasi tagihan PBB-P2 telah mencapai 27,03 persen atau sebesar Rp16,4 juta dari ketetapan pokok sebesar Rp60,9 juta.

"Realisasi masih kami kejar terus untuk mencapai target. Soalnya penagihan ini kami ditarget akhir September 2022," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah petugas PBB-P2 tingkat desa di Kecamatan Palas, mengeluhkan SPPT PBB-P2 kembali tercetak. Padahal, setiap tahunnya  diusulkan untuk penghapusan.

Seperti yang dialami, Petugas PBB-P2 Desa Bangunan, Muhlisun mengatakan setidaknya ada 123 lembar SPPT yang tidak memiliki objek dan subjek pajak kembali tercetak.

“Ya capek juga lah mas setiap tahun saya bolak balik usulkan penghapusan ke Kantor Pelayanan Pajak. Dikirain warga (wajib pajak), kami enggak kerja," kata dia.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait