#peternakan

Peternak Telur Lamtim Minta Tindak Tegas Impor Telur Asal Medan

Peternak Telur Lamtim Minta Tindak Tegas Impor Telur Asal Medan
Peternak telur ayam di Lamtim. Istimewa


Sukadana (Lampost.co) -- Pinsar Petelur Nasional (PPN) Wilayah Lampung bersama peternak kampung layer Purbolinggo meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, untuk menindak tegas pengimpor telur asal Medan yang masuk ke Lampung Timur. 

Ketua PPN Lampung, Jenny Soelistiani, mengatakan peternak petelur Lamtim sangat menyesalkan adanya pedagang yang mengimpor telur dari Medan. 

"Sementara telur produksi peternak Lampung surplus. Bahkan untuk menjaga kestabilan harga agar tidak rugi sebagian peternak memasarkan telur ke Jakarta," ujar Jenny, Senin, 11 April 2022.

Dia mengungkapkan, berbulan-bulan para peternak mengeluhkan harga telur yang rendah. Sedangkan harga pakan ternak terus naik, sehingga tidak menutup HPP peternak.

"Bahkan saat ini banyak peternak yang mengurangi populasi dan mengosongkan kandangnya karena tidak kuat menanggung rugi," paparnya. 

Ia berharap mendekati Idulfitri para peternak bisa tertolong dari kenaikan harga telur. Selain itu, peternak juga dapat memberikan THR untuk para pekerjanya. 

"Jadi saya mohon kepada semua pihak seperti pemerintah dan khususnya pedagang untuk bersinergi dan berbagi keuntungan. Ini yang harus jadi pola kerja di Lampung," ungkapnya. 

Kabid Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Anwar Bahri, mengaku mendapat informasi adanya telur asal Medan yang masuk ke sejumlah pengampas telur tanpa dokumen dan disinyalir telur tersebut kualitasnya tidak sesuai.

"Dari situ kami komunikasikan dengan dinas kabupaten untuk mengecek dan memastikannya. Ternyata memang dari Medan dan tak dilengkapi dokumen," jelasnya. 

Anwar menuturkan, masuknya telur tanpa dokumen itu dikhawatirkan ada penyakit. Selain itu juga Lampung Timur sebagai kampung layer. 

"Jadi bertentangan kalau telur asal Medan sampai masuk ke kampung layer di Lamtim dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat," terangnya. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait