#telur#peternakan#sembako

Peternak Ayam Mengadu ke Kantor Gubernur Lampung

Peternak Ayam Mengadu ke Kantor Gubernur Lampung
Ilustrasi. Sentral peternak ayam petelur di Desa Krawangsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah peternak ayam yang tergabung dalam kelompok ternak ayam petelur (Ketat) Sejahtera Mandiri mendatangi kantor Gubernur Lampung. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan harga pakan dan harga telur yang anjlok.

"Kami sudah sampaikan ada lima poin penting yang menjadi tuntutan kami, dengan harapan semua poin ini dapat dipertimbangkan dan dicarikan jalan keluar," kata perwakilan Ketat Sejahtera Mandiri, Yoce H Sadok, Jumat, 24 September 2021.

Baca juga: Peternak Ayam Menjerit Harga Pakan Naik, Telur Anjlok

Adapun tuntutan tersebut di antaranya yang pertama tentang harga pakan yang sangat tinggi. "Pakan dalam satu bulan bisa naik sampai 5 kali. Untuk kualitas pakan juga sudah standar dan kadangkala tidak sesuai dengan saat ini," jelasnya.

Kemudian untuk tuntutan kedua adalah harga telur yang sangat drastis turunnya. Dimana harga pada saat ini Rp17 ribu dari harga posko, tapi harga jual dari kandang bisa Rp15 ribu sehingga ini jadi beban bagi peternak kecil.

"Tuntutan yang ketiga adalah sistem jual harga pos hanya Rp17 ribu, sedangkan bisa diambil tengkulak itu dengan untung Rp2 ribu atau Rp2.500. Sehingga menjadi beban buat kami, ini hanya jadi keuntungan bagi pengusaha besar dimana mereka sudah mendapat keuntungan pakan," jelasnya.

Ia mengharapkan pemerintah bisa mengatur harga jual, harga pembelian dari kandang harus distabilkan. Jangan sampai diambil untung hanya untuk tengkulak.

Selanjutnya, tuntutan keempat adalah masalah pinjam kredit, pihaknya sangat susah mengembalikan pinjaman kredit saat ini karena terdampak dari harga pakan tinggi dan harga telur yang tinggi pula.

"Tuntutan kelima adalah mengenai UMKM, pemerintah selalu membicarakan mengenai UMKM, kami ingin mengetahui kami ini masuk dalam UMKM atau tidak, sedangkan kami ini juga mempekerjakan orang lain yang harus kami tanggung," katanya.

"Masalahnya kami belum pernah dapat bantuan UMkM, paling hanya sekedar pendaftar tapi tidak pernah dapat bantuan. Kami tidak pernah dapat bantuan seperti petani atau yang lain, harapan kami pemerintah dapat memperhatikan bantuan apa yang bisa didapat," lanjutnya.

Pihaknya berharap persoalan harga pakan yang tinggi dan harga telur yang murah segera dicarikan solusi oleh pemerintah.

"Kalau hal ini tidak dijadikan perhatian pemerintah kami sebagai peternak kecil, kami akan turun demo untuk lanjutkan aspirasi," tutup dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait