#Sembako#Cabai

Petani Menjerit Harga Cabai Merah Terjun Bebas

Petani Menjerit Harga Cabai Merah Terjun Bebas
Foto. Cabai Merah. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Petani cabai di Kota Metro merugi karena harga cabai anjlok dua kali lipat dari harga normal. Penurunan harga terjadi karena hasil panen melimpah, sedangkan permintaan menurun.

Melimpahnya hasil cabai yang dipanen dengan kualitas baik ternyata tidak membawa keuntungan bagi petani, salah satunya petani cabai di Kecamatan Metro Selatan, Metro.

Petani justru mengalami kerugian di musim panen akibat anjloknya harga cabai di tingkat petani hingga dua kali lipat per kilogramnya. Harga cabai merah keriting yang biasanya berkisar Rp18 ribu per kilogram, saat ini hanya mencapai Rp10-14 ribu per kilogram.

“Harganya memang turun jelang lebaran untuk cabai keriting merah, kalau cabai yang lain masih normal kisaran Rp60 ribu per kilo di pasaran,” kata Jumadi kepada Lampost.co saat mengantar cabai ke pedagang di Pasar Gintung. Senin, 17 Mei 2021.

Turunnya harga cabai merah keriting diakui Jumadi sangat dirasakan karena hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi tanaman, yang mencapai Rp5 juta  per hektarnya.

“Kalau saya jual ke pengepul pasti lebih murah lagi, makanya saja jual langsung ke pedagangnya,” kata dia.

Salah satu pedagang di Pasar Bambu Kuning Rudi mengatakan, harga cabai merah keriting anjlok akibat persediaan yang melimpah. Harga semula Rp40 ribu kini hanya Rp20 ribu per kilo. 

“Saya ambil dari Metro 2 ton kemarin, karena masih murah jadi saya obral aja ini sekilonya Rp20 ribu,” ujarnya.

Rudi mengatakan anjloknya harga cabai kerap terjadi saat menjelang lebaran, meski komoditi lain naik karena permintaan meningkat tapi tidak dengan cabai.

“Ini barangnya banyak tapi permintaannya turun, jadi wajar kalau harganya turun juga,” kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait